Ratusan Pensiunan Lansia Antri Pada Bank Mandiri Ruteng Abaikan Sistem Panggilan

Koran-beritaindonesia.online |
RUTENG/ NTT – Pelayanan pencairan dana pensiun di kantor Cabang Bank Mandiri Ruteng menuai sorotan, ratusan pensiunan yang memadati Kantor Cabang tersebut berada di Jalan Adi Sucipto, Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, para pensiunan mengeluhkan buruknya sistem pelayanan yang dinilai tidak ramah terhadap warga lanjut usia, Rabu (3/6/2026)

Sejak pagi hari, antrean penerima dana pensiun dilaporkan membludak hingga lebih dari 100 orang. Mayoritas merupakan lansia yang harus duduk dan menunggu berjam-jam untuk mendapatkan hak mereka.

Namun lamanya antrean bukan satu-satunya persoalan para pensiunan juga mempertanyakan sistem pemanggilan nomor antrean yang dianggap tidak jelas dan sulit didengar.

Akibat volume pengeras suara yang dinilai terlalu rendah, banyak pensiunan mengaku tidak mengetahui saat nomor mereka dipanggil, kondisi ini memicu kebingungan dan kekhawatiran di tengah antrean panjang yang sudah melelahkan.

“Kami datang sejak pagi untuk mengambil dana pensiun tetapi harus menunggu berjam-jam, saat nomor dipanggil suaranya hampir tidak terdengar, banyak yang akhirnya bingung apakah nomor mereka sudah lewat atau belum,” keluh salah seorang pensiunan.

Keluhan semakin menguat karena para lansia merasa seolah terjebak di lokasi antrean, mereka tidak berani meninggalkan tempat bahkan hanya untuk makan atau beristirahat sejenak, karena khawatir nomor antrean mereka terlewat dan harus mengulang proses dari awal.

Situasi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan pelayanan bagi kelompok rentan, para pensiunan mempertanyakan mengapa layanan yang diperuntukkan bagi lansia justru membuat mereka harus menghadapi tekanan fisik dan mental setiap bulan saat mencairkan dana pensiun.

Masyarakat berharap manajemen Bank Mandiri segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dana pensiun di Ruteng NTT Perbaikan sistem antrean, kejelasan informasi, penambahan petugas serta penyediaan fasilitas yang ramah lansia dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar para pensiunan tidak terus-menerus menjadi korban pelayanan yang dianggap jauh dari prinsip kenyamanan dan kemanusiaan.

Bagi para pensiunan, dana pensiun bukan sekadar transaksi perbankan, melainkan hak yang telah mereka perjuangkan selama puluhan tahun bekerja, karena itu pelayanan yang cepat, jelas dan bermartabat bukanlah kemewahan melainkan kewajiban yang seharusnya diberikan kepada mereka.
(Albert).

Share this content:

Post Comment