Koran-beritaindonesia.online |JAKARTA – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan menggelar dialog interaktif di Ruang Rapat Antasari, Gedung C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Mengusung tema “Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Tawuran dan Berita Hoaks”, kegiatan ini bertujuan memperkuat rasa nasionalisme sekaligus membangun komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan, keamanan dan kondusivitas Kota Jakarta.
Giat dihadiri oleh 200 perwakilan pelajar dari berbagai SMA/SMK dan sederajat di Jakarta Selatan, 65 tamu undangan serta melibatkan unsur Pemkot Jakarta Selatan, TNI, jurnalis, pendidik dan pemangku kepentingan daerah.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan wawasan kebangsaan sangat krusial di tengah pesatnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya persatuan bangsa harus terus dipupuk sejak dini di kalangan pelajar.
“Sebagai insan pers, PWI memiliki peran yang sangat strategis untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan negara ini dengan menghadirkan para pelajar SMA maupun SMK agar mereka memahami di tengah era globalisasi, persatuan harus terus dipupuk bersama,” tegas Syafrin.
Syafrin juga mengingatkan pentingnya peran media massa dalam menyajikan berita yang profesional dan berimbang untuk mencegah potensi konflik sosial seperti tawuran antarpelajar.
Sementara Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan Joni Matondang, menyatakan dialog ini merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membimbing karakter generasi muda.
“Kita tidak harus panggul senjata untuk berkarya bagi bangsa, cukup melakukan hal-hal baik, meraih prestasi serta tidak menyebarkan berita hoaks dan narasi menghasut, mari kita cintai bangsa ini sebaik-baiknya,” tutur Joni.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0504/Jakarta Selatan, Mayor Inf. Dicson Abislom, menekankan pentingnya pendampingan dari para senior agar generasi muda mampu menapis pengaruh negatif di era pergeseran nilai sosial yang dinamis.
Dia berharap pemahaman wawasan kebangsaan ini menjadi panduan moral bagi pelajar agar terhindar dari perilaku perkelahian massal yang merugikan diri sendiri, keluarga maupun pihak sekolah.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Manusia Dicky Krishnawardana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWI Pokja Jakarta Selatan.
Dicky menegaskan bahwa pencegahan aksi tawuran menjadi perhatian utama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Dicky mengingatkan bahwa aksi tawuran sama sekali tidak membawa manfaat dan hanya merusak masa depan para siswa.
“Sesuai arahan Gubernur, pelaku aksi tawuran akan berdampak langsung pada pencabutan bantuan pendidikan seperti KJP dan KJMU Bahkan kesempatan mereka di masa depan bisa tertutup, gunakan waktu dan energi kalian untuk belajar serta meraih prestasi,” kata Dicky.
Pada sesi literasi digital, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta Kesit Budi Handoyo, memberikan pembekalan cara mendeteksi berita bohong (hoax) di media sosial,
Ciri-ciri utama informasi palsu antara lain: Menggunakan judul yang provokatif dan bombastis.
Tidak mencantumkan sumber informasi yang jelas. Menggunakan tata bahasa yang tidak baku/buruk.
Mengandung ajakan mendesak untuk segera disebarluaskan.
Kesit mencontohkan isu viral pada Maret 2026 terkait klaim penutupan platform seperti YouTube, TikTok dan Instagram.
Dia meluruskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah pemblokiran platform melainkan penerapan Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026 (turunan PP No. 17 Tahun 2025/PP TUNAS) untuk membatasi akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform berrisiko tinggi.
“Sebelum menyebarkan informasi, selalu lakukan verifikasi sumber dan bandingkan berita tersebut dengan media massa yang kredibel,” imbau Kesit.
Kegiatan dialog ini terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak, antara lain Kesbangpol Jakarta Selatan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Bank Jakarta, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, para pendidik serta orang tua murid.
Melalui deklarasi “Ikat Janji Jaga Jakarta”, PWI Pokja Jakarta Selatan berharap para pelajar dapat menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari: menolak tawuran, menyaring berita hoaks, dan mengukir prestasi demi masa depan Jakarta yang aman dan kondusif.
(Red).
Share this content:
