Koran-beritaindonesia.online – BELTIM | Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Belitung Timur (Beltim), Bupati Beltim Burhanudin (Aan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Univesitas Terbuka (UT) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe-Tanggerang Selatan, Senin (29/07/24).
Dalam kesempatan wawancaranya, Aan mengungkapkan harapannya terhadap MOU ini.
“Kita ingin meningkatkan SDM kami di pemerintahan, baik itu dari sisi kemampuan serta level pendidikan yang memang sudah diamanatkan oleh undang-undang,” ujar Aan.
“Jadi untuk pengembangan karir dan jabatan, baik di tenaga pendidik maupun non pendidikan seperti struktural pemda,” tambah Aan lagi.
Dengan berbagai program dan fasilitas pembelajaran yang ditawarkan oleh UT, Aan merasa sangat memungkinkan bagi para pegawai untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas dan tetap menjalankan fungsi mereka sebagai pegawai di pemerintahan.
“Bagi mereka (pegawai pemerintah) yang saat ini pendidikan terakhirnya ada di D III atau SMA, meraka harus memacu diri dalam hal peningkatan pendidikan,” ungkap Aan lagi.
“Oleh karena itu, dengan adanya program sekolah jarak jauh (online) di UT, memungkinkan mereka untuk berkuliah tanpa harus meninggalkan tugas dan fungsi mereka sebagai pegawai,” tambahnya lagi.
Selain itu, MoU ini juga akan berguna bagi putra-putri Beltim lulusan SMA/SMK yang terkendala melanjutkan pendidikan di luar Pulau Belitung, tentunya bersama UT akan diberikan ruang untuk menempuh pendidikan lanjutan yang diminati dengan jarak dekat dan tentunya juga dengan biaya yang relatif lebih murah.
“Manfaat lain ditawarkan oleh UT adalah kemudahan bagi para putra putri Beltim yang belum berkesempatan melanjutkan pendidikan di luar pulau (Belitung), oleh karena itu mereka tetap bisa berkuliah dengan jarak yang dekat, sekaligus biayanya relatif murah,” ajak Aan.
Aan Perjuangkan Lulusan Paud UT
Pada Kesempatan saat yang bersamaan Aan menyampaikan, permintaan kepada Rektor UT dan Direktur Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk melakukan lobi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI) agar memperjuangkan lulusan Pendidikan Usia Dini (Paud) UT, untuk memiliki kesempatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Mohon dukungan Bapak Rektor UT dan Direktur Eksekutif BAN PT, untuk melakukan lobi dengan KemnPAN RB, BKN dan Kemendikbudristek terhadap para guru lulusan Paud UT, mereka bisa untuk mengikuti tes menjadi PPPK atau PNS,” ungkap Aan dalam sambutannya.
Ia merasa para lulusan Paud ini memiliki peminat yang cukup banyak di Indonesia, namun memiliki persaingan yang ketat dan jumlahnya sedikit.
Selain itu, Aan juga berharap UT juga turut membangun komunikasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk mengakomodir teman-teman lulusan UT di jurusan lainnya.
Hal ini bertujuan agar lulusan UT mempunyai kesempatan lebih dalam usaha mereka mengabdi kepada daerah dan negaranya.
“Saya juga berharap, UT turut menjadi yang terdepan dalam melobi kementerian-kementerian lain demi membuka ruang kesempatan kerja bagi para lulusan UT di jurusan-jurusan lainnya,” tutup Aan dalam kesempatan wawancara khusus usai MoU.
(Veno).
Editor : Edward. AN.
Share this content:
