Alasan Seorang Mau Gabung Pada Organisasi Profesional Seperti KFT (Karyawan Film dan Televisi Indonesia)

Koran-beritaindonesia.online | BOGOR – Seorang yang ingin bergabung pada organisasi tentu untuk mencapai suatu tujuan, biasanya ada dua sisi yang pertama, soal pengembangan karier, dan yang kedua, soal solidaritas.

Buat Organisasi Profesi Perkumpulan Karyawan Film & Televisi Indonesia (KFT) bisa dibilang sebagai pintu buat ngebuka banyak kesempatan dan juga perlindungan.

Dalam dunia film dan televisi, banyak orang yang mulai kariernya dari (bawah) nol – mungkin cuma asisten produksi, crew kecil yang kadang-kadang dianggap sebelah mata.

Tapi dengan gabung di Organisasi KFT, seorang tersebut dapat kesempatan buat belajar langsung dari orang-orang yang udah berpengalaman, dapet akses ke workshop, sertifikasi, bahkan network yang lebih luas.

Tentunya bakal punya kesempatan buat kenal senior-senior yang sudah lama banget di industri film ini, itu semacam mentorship gratis, tanpa harus ngebayar kursus mahal.

Dari sini, dapat dirasakan, salah satu alasan utama orang mau gabung di organisasi profesional kayak KFT ya karena pengembangan diri dan karier, tentunya.

Di sisi lain, KFT itu juga wadah buat melindungi hak-hak sebagai pekerja di industri kreatif, semua dapat mengetahui banget, kerja di dunia film kadang suka nggak manusiawi syuting sampai subuh, upah yang nggak sepadan, atau bahkan nggak dibayar.

Nah, KFT bisa membantu buat memastikan kerja dengan sistem yang lebih adil, ada standar upah, jam kerja yang jelas, dan kalau sampai ada pelanggaran, punya backing (Advocat) dari organisasi buat negosiasi dengan produksi, adi pekerja film nggak sendiri.

Terus, harapan penulis Ka-Ha di kediamannya secara pribadi, kalau makin banyak orang gabung di organisasi seperti KFT, industri film dan televisi bisa lebih profesional lagi, tidak lagi kerja cuma asal-asalan, tapi dengan standar tinggi, menghargai kerja tim, dan sama-sama maju.

Semua Karyawan yang bergabung juga berharap organisasi seperti KFT bisa terus memperjuangkan hak-hak pekerja film, bukan cuma soal upah dan jam kerja, tapi juga soal jaminan kesehatan, keselamatan kerja, tempat pemakaman dan hal-hal lain yang bikin kita bisa kerja dengan lebih tenang dan nyaman.

Terakhir penulis berpesan solidaritas, di lapangan, bakal menemui banyak masalah dari crew yang egois sampai pada peralatan yang tidak standar.

Tapi kalau ada karyawan punya support system kayak KFT, tentu bakal ngerasa lebih kuat, karena tau punya teman seperjuangan yang siap bantu kapanpun.

Ini penting banget buat jaga atmosfer kerja yang kondusif, nggak cuma buat diri sendiri, tapi juga buat seluruh team produksi.
Selamat dan Sukses Kongres ke 15 KFT “Kita Sehati Seprofesi, YESS !”

Penulis : Karsono Hadi.
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment