Hotel Gemerlap Bermunculan Tempat Beroperasi Para Perempuan Prostitusi
Koran-beritaindonesia.online | LABUAN BAJO – Destinasi Super Prioritas (DSP) yang disematkan pemerintah pada Labuan Bajo, menjadi angin segar sekaligus harapan besar bagi kemajuan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat – NTT.
Kota yang dulunya hanya dikenal sebagai pelabuhan kecil kini berubah drastis dengan hadirnya hotel-hotel mewah dan fasilitas kelas dunia yang menjulang tinggi, siap menyambut wisatawan mancanegara.
Namun, di balik gemerlap kemajuan dan kilau pembangunan tersebut, ada sisi gelap yang mulai terkuak, Tim investigasi Koran-beritaindonesia.online, menemukan fakta mengejutkan munculnya hotel-hotel ala kost-kostan yang diduga menjadi tempat beroperasinya para perempuan pekerja seks komersial (PSK) atau biasa disebut perempuan BO (Booking Order).
Hotel-hotel sederhana ini memang tampak tak seberapa dari luar, fasilitasnya minim, suasananya biasa saja tapi siapa sangka di balik penampilan itu, hotel ala kost-kostan ini diduga menjadi ‘markas’ terselubung praktik prostitusi yang merusak citra pariwisata Labuan Bajo.
“Hotel-hotel kecil seperti itu tersebar di beberapa titik di Labuan Bajo, mereka bukan hanya menampung wisatawan biasa tapi ada juga perempuan yang khusus melayani tamu pria dengan sistem booking ini jelas tidak bisa dibiarkan,” kata sumber Berita Indonesia yang dapat di percaya.
Ironisnya, Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat Stefanus Jemsifori,
hingga kini belum memberi respon resmi terkait temuan semaraknya kehadiran PSK tersebut.
Sementara suara para warga sekitar hotel mulai lantang menuntut tindakan tegas dari pemerintah daerah, mereka mengingatkan bahwa fenomena ini bukan hanya soal moral tapi juga menyangkut keamanan dan kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung.
“Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin Labuan Bajo yang kita cintai akan kehilangan kepercayaan wisatawan maupun investor, pada hal ini masa depan pariwisata kita,” ujar seorang warga yang namanya tak ingin di tulis.
Disisi lain pengamat pariwisata lokal Awi, mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh jenis penginapan, terutama yang beroperasi di luar standar resmi.
“Hotel ala kost seperti ini berpotensi menjadi sarang praktik prostitusi terselubung yang bisa merusak nama baik Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia,” kata pengamat tersebut.
Labuan Bajo sebagai DSP seharusnya menjadi contoh pengembangan pariwisata yang bersih, aman dan berkualitas, bukan hanya membangun infrastruktur fisik yang megah tetapi juga menjaga nilai sosial dan budaya yang menjadi akar kekayaan destinasi ini.
Fenomena hotel kost-kostan menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan semua pihak terkait bahwa tanpa pengawasan dan penertiban yang serius, kemajuan pariwisata Labuan Bajo bisa ternoda oleh praktik-praktik yang merusak.
Sebaiknya pemerintah daerah bertindak cepat dan tegas ataukah Labuan Bajo akan terus terjebak dalam masalah serius yang bisa menghancurkan mimpi besar sebagai destinasi wisata dunia?
Albert/ Petrus/ Marselinus).
Editor : Edward. AN.



Post Comment