Harga Rp200 Ribu per Kg PT Timah Sepakat Dibuka Kembali

Koran-beritaindonesia.online|BELTIM – Ketegangan hebat yang sempat membakar atmosfer Belitung Timur akhirnya mereda setelah manajemen PT Timah Tbk resmi mengalah dan mengabulkan seluruh tuntutan mutlak ribuan penambang rakyat, Jumat (7/8/2026).

Aksi massa sebelumnya mengepung hingga merusak fasilitas Kantor Operasional di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, kini telah membubarkan diri secara tertib.

Keputusan krusial ini diambil dalam forum mediasi darurat pasca-kericuhan guna menyelamatkan urat nadi perekonomian masyarakat lokal yang sempat lumpuh total.

Poin paling krusial dalam kesepakatan tersebut adalah persetujuan harga beli timah rakyat yang melonjak drastis menjadi Rp200.000 per kilogram untuk kualitas OC 73.

Angka ini naik signifikan dari tawaran sebelumnya yang sempat macet di lapangan sekaligus menjawab langsung jeritan para penambang tradisional yang mengeluhkan tingginya biaya operasional di tengah ketatnya aturan kadar minerba.

Di tengah riuhnya suasana pembubaran massa, salah satu penambang yang ikut mengawal aksi sejak pagi meluapkan rasa harunya dengan mata berkaca-kaca.

“Kami ini bukan mau bikin rusuh, kami cuma mau makan kalau timah tidak dibeli dan harga jatuh, dapur kami di rumah tidak berasap serta anak-anak tidak bisa sekolah, keputusan Rp200 ribu adalah harga mati untuk harga diri dan urusan perut di Belitung,” ujarnya dengan suara bergetar menahan emosi.

Tidak hanya urusan harga, manajemen perusahaan pelat merah ini juga melunakkan kebijakan logistiknya dengan membuka kembali seluruh stasiun pengepul timah juga mengaktifkan kembali jejaring mitra resmi yang ditunjuk.

Langkah otomatis memangkas birokrasi meja goyang selama ini dikeluhkan menjadi pembatas volume serapan pasar dengan dibukanya kembali keran pembelian ini, para kolektor lokal sempat “tiarap” dipastikan kembali bergerak menyerap tumpukan timah warga.

Bubarnya massa dari kawasan operasional menandai babak baru pemulihan aktivitas tambang di Pulau Belitung kendati menyisakan puing-puing kerusakan fisik akibat amuk massa di paruh hari pertama , tercapainya angka Rp200.000 per kilogram dinilai sebagai kemenangan besar kedaulatan ekonomi penambang rakyat sekaligus menjadi pekerjaan rumah besar bagi tata kelola industri timah nasional ke depan.

(Venno)

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *