PT Timah Tbk Rp200 Ribu Per Kg Demi Mengamankan Ekonomi Rakyat

Koran-beritaindonesia.online, BELTIM – Kebuntuan pasca-amuk massa di wilayah operasional PT Timah Tbk wilayah Gantung akhirnya pecah lewat keputusan besar hari ini.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat mencari solusi jangka panjang dengan memfasilitasi pertemuan bersama PT Timah Tbk dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), rapat koordinasi tertutup tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar untuk membahas sejumlah tuntutan masyarakat penambang termasuk persoalan harga beli bijih timah, Sabtu (8/8/2026)

Usai rapat bertempat di Rumah Makan Fega, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Gubernur Hidayat Arsani, didampingi Direktur Operasi PT Timah Tbk mengumumkan kabar baik bahwa tuntutan harga dari penambang akhirnya resmi disetujui.

Harga beli bijih timah ditetapkan dan dikunci sebesar Rp200 ribu per kilogram untuk kualitas dengan kadar Sn 73 ore, kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam menjawab keresahan dan meredam konflik sosiologis yang sempat membakar wilayah Gantung.

Gubernur Hidayat Arsani memastikan bahwa persoalan penyaluran dana pembelian bijih timah ke depan akan mengikuti mekanisme serta tata niaga resmi yang berlaku agar dana hasil penjualan bisa segera diterima warga melalui jalur legal tanpa hambatan.

Kesempatan itu, Hidayat juga mengklarifikasi isu yang beredar terkait perbedaan harga beli timah antara Pulau Belitung dan Pulau Bangka.

Dia menjelaskan bahwa Belitung belum memiliki fasilitas peleburan atau smelter sendiri sehingga hasil tambang harus dikirim ke Pulau Bangka menggunakan kapal laut yang memicu tambahan biaya operasional dan transportasi, meski ada kendala geografis tersebut, pemerintah daerah berkomitmen mengunci harga Rp200 ribu per kilogram demi mengamankan ekonomi rakyat saat ini.

Merespons desakan kuat dari Gubernur, Direktur Operasi PT Timah Tbk, Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi, mengumumkan bahwa dana talangan untuk pos pengepul telah resmi dicairkan pada Jumat malam kemarin, langkah darurat ini diambil guna memastikan transaksi pembelian timah rakyat kembali berputar dan pasokan logistik dapur warga tidak terputus di akhir pekan.

Kendati demikian, manajemen PT Timah Tbk tetap mengingatkan bahwa tersendatnya tata niaga sebelumnya memiliki alasan prinsipil yang kuat.

Handy Geniardi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah proteksi yang diambil oleh Kepala Unit Produksi di lapangan dan apa yang disampaikan oleh Kepala Unit sebelumnya sudah benar serta sesuai prosedur kerja perusahaan.

Sebagai Direktur Operasi Handy Geniardi, menyatakan komitmen kuat perusahaan untuk menegakkan aturan penambangan yang baik (Good Mining Practices) karena pelanggaran zonasi lingkungan berisiko pada proses hukum yang berat bagi kedua belah pihak.

Pihak manajemen dan Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan dan tidak menambang di kawasan Hutan Produksi, Hutan Lindung maupun Daerah Aliran Sungai (DAS) serta wajib melakukan aktivitasnya di wilayah izin pertambangan resmi milik PT Timah Tbk.

Sementara itu, menyikapi eskalasi yang terjadi, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak demokrasi masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, Kapolda mengimbau agar setiap aspirasi disampaikan dengan cara yang baik, tertib dan damai sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima serta dipahami dengan tepat.

Kapolda juga menegaskan, setiap tindakan yang mengarah pada kekerasan maupun tindak pidana, termasuk aksi pembakaran harus dihindari karena terdapat ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai aparat penegak hukum, kepolisian akan menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran dengan mengumpulkan bukti dan melakukan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kapolda berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan serta ketertiban, mengingat masyarakat Bangka Belitung dikenal sebagai masyarakat yang damai juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak mana pun yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.

Kepolisian mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog, menjaga ketertiban serta menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai koridor hukum.

Saat ini, lokasi eks-kebakaran di kantor PT Timah Gantung masih dijaga ketat oleh personel gabungan TNI, Polri, dan Brimob Polda Babel.

Melalui kesepakatan harga baru yang dicapai hari Sabtu lalu, Pemprov Babel berharap roda ekonomi di Bumi Laskar Pelangi dapat kembali berjalan kondusif, tertib dan damai dengan tetap mengedepankan aturan hukum, perlindungan lingkungan serta tata niaga pertambangan yang resmi.

(Venno).

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *