Koran-beritaindonesia.online | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan ekonomi nasional terus diarahkan untuk memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) pagi.
Prabowo menyoroti kekuatan ekonomi Indonesia bertumpu pada masyarakat desa mulai dari petani, nelayan, pedagang, perajin, perempuan kepala keluarga hingga anak muda yang mengembangkan usaha di kampung halaman.
“Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, perajin, perempuan kepala keluarga dan anak muda yang membangun usaha di kampung-kampung halaman,” kata Prabowo.
Menurut Kepala Negara, penguatan ekonomi desa membutuhkan konektivitas dan infrastruktur yang memadai. Pemerintah telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun TNI dan 874 jembatan oleh Polri hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa rampung.
Pemerintah juga memperluas akses air bersih dalam delapan bulan pertama 2026, sebanyak 3.000 titik air desa telah dibangun TNI.
Langkah strategis lainnya ialah pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat. Prabowo menyebut 10.000 koperasi telah beroperasi dengan 3.300 di antaranya berjalan optimal, target pemerintah pada akhir tahun adalah 30.000 koperasi beroperasi secara optimal.
“Koperasi adalah alat agar petani tidak berjalan sendiri, nelayan juga tidak berusaha sendiri dan desa memiliki daya tawar dan daya tarik ekonomi,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent menilai pidato tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban Presiden kepada rakyat melalui para wakilnya di parlemen.
Dia menyebut pemerataan ekonomi menjadi perhatian serius pemerintah di tengah tantangan global.
“Presiden Prabowo sangat concern dengan pemerataan ekonomi dan beberapa tahun terakhir ekonomi Indonesia berhasil tumbuh di atas 5%,” kata Astrio.
Menurut Astrio, pemerintah tetap mencermati persoalan kemiskinan dan berupaya mencari kebijakan yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut.
Agenda pembangunan desa dan penguatan koperasi, kata dia, menjadi bagian penting dari upaya memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat masyarakat sehingga manfaat pembangunan semakin terasa bagi masyarakat luas…. (Red).
Share this content:
