Kongres ke-XV Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Indonesia: Tonggak Baru Perfilman Nasional
Koran-beritaindonesia.online – Jakarta | Cinema Hall Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di Jakarta menjadi saksi sejarah dengan terselenggaranya Kongres XV Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT Indonesia). Acara yang bertema “Kita Sehati Seprofesi Yess” ini dihadiri oleh ratusan anggota KFT yang terdiri dari berbagai profesi di industri film dan televisi. Kongres ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam mendorong kemajuan perfilman nasional di tengah tantangan era digital.
Kongres ini memiliki beberapa agenda penting yang meliputi pengesahan tata tertib, anggaran dasar, dan anggaran rumah tangga organisasi. Salah satu momen puncak dalam kongres tersebut adalah pemilihan Ketua Umum KFT Indonesia periode 2024-2029.
Ketua panitia pelaksana Kongres XV KFT, Ronny mepet, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi Iki tinggi kepada seluruh anggota KFT atas partisipasi aktif mereka dalam acara ini.

“Kongres ke-XV ini bukan hanya pertemuan rutin, tetapi juga wujud nyata semangat kolektif kita untuk membawa perubahan dan kemajuan dalam industri film dan televisi nasional. Saya bangga melihat antusiasme seluruh anggota yang menunjukkan bahwa kita semua memiliki visi yang sama untuk membangun perfilman Indonesia yang lebih baik,” ujar Ronny.
Ronny juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara semua pihak yang terlibat dalam industri.
“Semoga hasil dari kongres ini menjadi tonggak baru yang membawa kita menuju masa depan yang lebih cerah, penuh inovasi, dan membanggakan di panggung global,” tambahnya.
Dalam proses yang demokratis, Indrayanto Kurniawan M.Sn, CFD terpilih sebagai Ketua Umum baru KFT Indonesia 2024-2029.

Pemilihan tersebut diadakan dengan melibatkan total 203 pemilih yang memberikan suara mereka.
Indrayanto berhasil meraih dukungan cukup signifikan dengan memperoleh 146 suara, mengungguli pesaingnya, Budi Sumarno, CFDoc, CFMP, yang mendapatkan 55 suara. Dari total suara yang masuk, terdapat dua suara yang dinyatakan tidak sah.
Selain itu, kongres KFT ke-XV juga menetapkan Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) yang akan membantu menjaga jalannya roda organisasi selama lima tahun ke depan. Pemilihan dilakukan dengan asas musyawarah untuk mufakat, namun tidak jarang dilanjutkan dengan mekanisme pemungutan suara jika diperlukan.
Kongres ke-XV KFT juga menghasilkan pembaruan signifikan pada anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) organisasi. Salah satu poin penting adalah penguatan perlindungan hukum bagi anggota, termasuk advokasi hak ketenagakerjaan dan perlindungan kekayaan intelektual. Dengan perubahan ini, KFT diharapkan dapat menjadi organisasi yang lebih inklusif, profesional, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menjawab tantangan era digital rencana strategis yang dirumuskan mencakup berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan anggota, antara lain:
– Kompetisi dan workshop penulisan skenario serta tata artistik.
– Sertifikasi profesi untuk meningkatkan standar kompetensi.
– Pengembangan jaringan kemitraan dengan asosiasi film lokal dan internasional.
– Advokasi terkait perlindungan hukum dan ketenagakerjaan.
– Website Publik: Untuk berbagi informasi ke masyarakat luas, termasuk berita, program, dan pencapaian PO dan juga Media Interaktif Antar Divisi (Seperti Grup Chat) WhatsApp Group (WAG), Telegram, Dan social media resmi.
Indrayanto Kurniawan M. Sn, CFD Ketua Umum KFT periode 2024-2029 terpilih menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan profesionalisme di antara anggota.
“Perfilman Indonesia memiliki potensi besar, namun untuk mencapai kualitas global, kita perlu bekerja sama, meningkatkan kompetensi, dan menjaga integritas sebagai pekerja kreatif,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Kongres ke-XV ini, KFT Indonesia telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan industri film dan televisi. Melalui pembaruan tata kelola, peningkatan kapasitas anggota, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, organisasi ini diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mendukung kemajuan perfilman nasional.
Kongres ke-XV KFT 2024 menjadi bukti nyata komitmen para pekerja kreatif Indonesia dalam menjaga eksistensi dan kualitas industri film serta televisi di tengah persaingan global. Kini, semua mata tertuju pada implementasi hasil kongres untuk menjadikan perfilman Indonesia semakin gemilang di masa depan.



Post Comment