Penghujung Tahun 2024, Masjid Darussalam Manggar Gelar Tabligh Akbar dan Sholat Tasbih Bersama

Koran-beritaindonesia.online | BELTIM -Awal Malam Tahun 2025, Pengurus Masjid Agung Darussalam Manggar menggelar kegiatan Tabligh Akbar dan Sholat Tasbih bersama Ust. Firdaus Adailamy, LC. Akhir Tahun 2024 di Desa Baru Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur, Selasa (31/12/2024).

Tabligh Akbar dan Sholat Tasbih dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar, Penceramah Ust Firdaus Adailamy. LC, Dandim 0414/Belitung, diwakili Danramil 414-02/Manggar Mayor CKe Ihsan, Kapolres Belitung Timur diwakili Kapolsek Manggar AKP Abdul Harris, Sekda Belitung Timur Mathur Noviansyah, ST., M.Eng, Ketua MUI Belitung Timur, Ust. Suyatno Taslim, Pimpinan BAZNAS Belitung Timur, M. Erwinsyah, S.E, Ketua DKM Masjid Darussalam Manggar H. Mifta Suhni, Camat Manggar Herri Susanto S.STP, Kades Baru Husnul Khalik dan para undangan lainnya beserta para jamaah.

Ketua DKM Masjid Darussalam Manggar H. Mifta Suhni dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Tabligh Akbar dan Sholat Tasbih Akhir Tahun 2024 memasuki Awal Tahun 2025.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah kami laksanakan dari tahun 2016 dan 2020 sedangkan pada tahun 2021 kami tetap memaksakan pelaksanaan tersebut dan pada malam hari ini kami laksanakan, mudah-mudahan seluruh Pengurus Masjid Darussalam serta jamaah diberikan kekuatan kesehatan keselamatan oleh Allah SWT,” terang Suhni.

Suhni juga berharap dengan kegiatan ini para jamaah dapat menimba ilmu, jadi penuntun bagi semua umat untuk melangkah di tahun yang akan datang yaitu tahun 2025.

Sementara itu, Ust Firdaus Adailamy. LC. membeberkan ceramahnya dengan mengusung tema Membuka Pintu Hati Dengan Musahabah Diri.

“Dimana sampai saat ini Allah mudahkan langkah kaki kita, tangan kita melenggang, Allah SWT dudukan kita di tempat yang penuh dengan keberkahan ini. Alhamdulillah,” sebutnya saat berceramah.

Lanjutnya lagi, Kalau kita senantiasa bersyukur kepada Allah Robb Yang Maha Ghofur, InsyaAllah hidup kita akan semakin subur, semakin makmur, panjang umur. Amiin ya robbal Aalamiin.

” Hadirin, manusia itu berjalan atas tiga dimensi waktu. Masa lalu, masa kini atau masa sekarang dan masa yang akan datang. Masa lalu tidak akan pernah bisa kita ulang dulu semua Maka kalau ada kekurangan kesalahan yang kita lakukan di masa lampau maka kita perbaiki agar menjadi bekal untuk masa yang akan datang,” papar Ust. Firdaus Adailamy. LC.

Sebutnya juga, dan barangsiapa yang tahun ini amal ibadahnya sama saja seperti tahun yang kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi. Apalagi amal ibadahnya tahun ini lebih buruk ketimbang tahun yang telah berlalu maka termasuk orang yang celaka.

“Saat ini kita berada di penghujung tahun 2024 dan sebentar lagi memasuki awal tahun 2025, dengan demikian, kita sudah melewati hari yang begitu panjang dengan berbagai macam kegiatan dan aktivitas, baik yang direncanakan maupun hanya kebetulan, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan,” ujarnya.

Menurutnya, Ust Firdaus Adailamy. LC. sebagai manusia biasa tidak luput dari kelalaian, dan juga mampu melaksanakan kebaikan meski tidak istiqamah, ada yang sejalan dengan perintah Islam, yang bermanfaat bagi umat, ada juga yang justru merugikan bahkan kadang membahayakan, ada juga yang melanggar, bahkan kadang menyimpang dari syariat,

“Dalam konsep Islam, kita diperintahkan untuk bermuhasabah, introspeksi dan mengevaluasi diri dari segala perbuatan yang sudah dilakukan. Jika kita mampu melakukan refleksi dan introspeksi diri, maka kita dikategorikan orang yang cerdas, sedangkan yang tidak mampu bermuhasabah atas perilaku yang telah diperbuatnya maka disebut orang yang lemah,” ucapnya.

Keterangan ini di kutip dari sabda Nabi Muhammad saw: Artinya, “Orang yang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya sedangkan, orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah.” (HR. Ahmad).

Lantas bagaimana cara bermuhasabah yang sesuai dengan ketentuan Islam, Mula Al-Qari dalam kitab Mirqatul Mafatih menjelaskan yang artinya.

“Dia mengevaluasi perbuatan, kondisi, keadaan dan perkataannya di dunia jika baik maka dia memuji Allah SWT, dan jika buruk maka mestinya dia bertobat, kemudian mengejar sesuatu yang telah luput darinya, sebelum dirinya dievaluasi di akhirat kelak.” ujar Ust Firdaus Adailamy. LC.

“Berdasarkan penjelasan Syekh Mula Al-Qari, bermuhasabah itu tidak hanya sekadar mengingat keburukan-keburukan yang sudah kita lakukan tidak cuma membayangkan kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tapi lebih dari itu, muhasabah harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar dosa-dosa kita selama hidup ini mendapat ampunan dari Allah SWT, tobat yang sebenarnya berarti kita beristighfar, berhenti dari perbuatan maksiat, menyesali dosa-dosa yang sudah dilakukan dengan hati yang mendalam, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi,” paparnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa muhasabah itu bukan sekadar seremoni di akhir tahun, tetapi merupakan langkah berkelanjutan untuk terus memperbaiki diri agar kita menjadi hamba yang lebih taat kepada Allah SWT.

“Teruslah menilai diri sendiri sebelum datang saatnya kita dinilai, dipertanyakan, dan dihisab oleh Allah SWT, dengan cerdas menghisab diri di dunia, insya Allah hisab kita di akhirat nanti akan menjadi lebih ringan,” Pungkasnya.

Penulis : Venno.
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment