PT Timah TbK Dukung Ketahanan Pangan Dengan Program CSR

Koran-beritaindonesia.online | BELTIM -Untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah operasional perusahaan, PT Timah TbK terus berupaya untuk menggeliatkan sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ini dibuktikan dengan mengajak berkolaborasi dengan Kelompok Tani Bina Tani Dusun Gangse Danau Nujau Desa Gantung Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung penanaman bawang merah.

PT. Timah TbK terus membina anggota Kelompok Tani Bina Tani Dusun Gangse Danau Nujau Desa Gantung untuk melakukan budidaya bawang merah tersebut.

Direktur Utama PT Timah TbK, Ahmad Dani Virsal merasa bersyukur dengan program CSR yang telah berjalan lancar dan dilaksanakan dalam rangka mendukung salah satu program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

“Alhamdulillah program ini berjalan lancar untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif selain mendukung hilirisasi meningkatkan nilai tambah,” ungkap Ahmad Dani Virsal seusai acara Panen Raya Bawang Merah bersama Kelompok Tani Bina Tani Dusun Gangse Danau Nujau Desa Gantung, Sabtu (8/2/2025).

Ahmad Dani Virsal juga mengatakan kegiatan panen raya merupakan bentuk komitmen PT Timah TbK untuk mendorong kemandirian masyarakat.

“Melalui program kelompok petani bukan hanya diberikan bantuan permodalan saja, namun diberikan juga pelatihan langsung dari tenaga ahli di bidang pertanian yang berasal dari Brebes yang datang ke Gantung,” terangnya.

PT Timah pernah menggelar program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan bawang merah melibatkan Kelompok Tani Bina Tani Dusun Gangse Danau Nujau Desa Gantung pada bulan September tahun 2024.

“PT Timah memberikan pelatihan tentang budidaya bawang merah untuk meningkatkan wawasan para Petani bawang merah bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menekan inflasi,” ungkapnya.

Sementara itu Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sugito, S.Sos, MH, mengatakan kehadirannya beserta rombongan dalam rangka memberikan semangat kepada para Petani sekaligus sebagai dukungan nyata Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap produksi ketahanan pangan.

“Saya bersyukur bisa menyaksikan beberapa upaya masyarakat di Kabupaten Belitung Timur dari Bawang Merah Cabe Pokcay Padi ditambah ada pemancingan ikan, hal ini sebagai upaya mengoptimalkan potensi ketahanan pangan sementara harga di daerah luar yaitu Brebes dan Bima,” ungkap Sugito.

Sugito juga tegaskan pentingnya inovasi dan transformasi ekonomi untuk memperkuat sektor pertanian karena sektor pertanian sangat menjanjikan untuk perekonomian kita.

Dia juga menyampaikan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung butuh tranformasi ekonomi, tidak hanya bersumber dari pertambangan tapi juga dapat bersumber dari pertanian dalam artian luas.

Dikesempatan yang sama, Bupati Belitung Timur Drs. Burhanudin,S.H menyebutkan atas nama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Timah Tbk yang telah berperan aktif mendukung program pemberdayaan petani melalui kemitraan dengan Kelompok Tani Bina Tani.

“Kemitraan merupakan bentuk nyata dari sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam upaya meningkatkan sektor pertanian di daerah kita,” ujarnya.

Menurutnya Aan Kelompok Tani Bina Tani telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan pendampingan yang tepat, para tani dapat meningkatkan hasil pertanian, khususnya bawang merah, yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Program Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan oleh PT Timah Tbk ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi para petani dalam hal peningkatan produksi dan pendapatan, tetapi juga membantu pemerintah dalam menekan angka inflasi serta memperkuat ketahanan pangan dan pertumbuhan sektor pertanian di Belitung Timur,” terangnya.

Aan juga sebutkan bahwa peran PT Timah Tbk dalam memberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan kepada petani sangat berarti dalam meningkatkan keterampilan serta pengetahuan kelompok tani dalam bercocok tanam.

” Dengan adanya edukasi dan bimbingan yang berkelanjutan, petani dapat mengadopsi metode pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tuturnya dengan semangat.. (Venno).

Share this content:

Post Comment