Koran-beritaindonesia.online |BELTIM – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur resmi mengambil tindakan tegas untuk mengakhiri carut-marut antrean dan kebocoran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dalam rapat evaluasi di Ruang Rapat Bupati, Kamis (29/10/2026).
Pemkab Beltim memutuskan penggunaan kartu kendali BBM subsidi tetap dipertahankan
sebagai langkah penguatan, bersama Forkopimda akan segera melakukan pemantauan ulang ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Terobosan paling mutakhir dalam rapat ini adalah usulan Kapolres Beltim AKBP Dr Husni Tamrin yang mengusulkan pemasangan sistem CCTV 3 Jalur di setiap SPBU, rekamannya tersambung langsung secara real-time ke tiga ruang kerja pimpinan tertinggi daerah yaitu Ruang Kerja Bupati Belitung Timur, Ruang Kerja Kapolres Belitung Timur dan TNI.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten didampingi Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar selaku Ketua Satgas BBM, jajaran Forkopimda terdiri dari Kapolres AKBP Dr Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum, Jaksa fungsional pada bidang intelijen, Alfa Edha Firmansyah, S. H, Pasilog (Perwira Seksi Logistik), Lettu Inf Patrik Everd Ekel, S.T.Han serta dihadiri Sekda Erna Kunondo, Kasatpol PP Novis Edwar, KadiskomnfoSP, para Camat se-Kabupaten Belitung Timur dan tamu undangan lainnya.
Melalui sistem pengawasan digital segitiga emas Pemkab Beltim berkomitmen memburu kendaraan “ulak-alik” (pengerit) dan mendeteksi segala bentuk kecurangan di nosel pengisian.
Pengawasan super ketat ini sengaja diterapkan demi memastikan setiap liter BBM subsidi jatuh ke tangan yang berhak, terutama para pengguna di Belitung Timur.
(Venno)
Share this content:
