Menggalang Jembatan Pendidikan: Mahasiswa UMY Bawa Semangat KKN Internasional ke Arab Saudi

(BI) Riyadh – Sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memulai perjalanan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional pada 5 Januari hingga 24 Februari 2024 di Kerajaan Arab Saudi. Penyambutan hangat dari Duta Besar LBBP RI, Dr Abdul Aziz Ahmad,menciptakan momen bersejarah di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

Dalam sambutannya, Dubes Abdul Aziz Ahmad mengekspresikan apresiasi terhadap inisiatif UMY dalam membawa program KKN Internasional ke Arab Saudi.

“Selamat datang para mahasiswa yang akan melaksanakan program KKN Internasional di Arab Saudi. Melalui program ini, perlu peningkatan kerja sama antara sekolah Indonesia di Arab Saudi dengan sekolah di dalam negeri,” ujar Dubes Abdul Aziz di kantor KBRI Riyadh. Dilansir melalui situs resmi Kemedikbud,Sabtu (12/01/24).

Didampingi oleh Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya, Meugah Suriyan, serta Wakil Kepala Sekolah Indonesia Riyadh, Cherry Renaldi, Dubes Abdul Aziz menyampaikan harapannya terkait penguatan kerja sama antar lembaga pendidikan.

Atdikbud (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) KBRI Riyadh Badrus Sholeh juga memberikan dukungan penuh, menganggap program ini sebagai wahana literasi dan sarana komunikasi antara siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Arab Saudi dan Indonesia.

“Pertumbuhan kompetensi siswa SILN Arab Saudi sangat besar. Terbiasa dalam lingkungan multikultural dan internasional, diharapkan mereka dapat melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan luar negeri,” ucap Atdikbud Badrus Sholeh.

Delegasi UMY, dipimpin oleh pengurus Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Ikhwan Ahada, bersama Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UMY, Aris Slamet Widodo, serta Kepala Divisi Pengabdian Dosen LPM UMY, Novi Caroko, membawa visi kuat untuk mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Arab Saudi.

Salah satu proyek unggulan adalah inisiasi majalah dinding virtual, yang menjadi langkah konkrit dalam membuka jendela informasi budaya. Ikhwan Ahada menjelaskan, “Ini menjadi langkah konkrit untuk membuka jendela informasi budaya sekaligus meningkatkan jumlah nasionalisme dan peningkatan kreativitas mahasiswa.”

Diharapkan, 15 mahasiswa UMY yang tersebar di tiga SILN, yakni Sekolah Indonesia Makkah, Sekolah Indonesia Jeddah, dan Sekolah Indonesia Riyadh, dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkuat hubungan bilateral melalui pendidikan. Program KKN Internasional ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga membuka peluang baru untuk kerjasama pendidikan yang lebih luas antara kedua negara.

[Lodi]

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *