50 Orang Tua Anak Workshop ABK Menjadi Manusia Mandiri dan Bermanfaat

Koran-beritaindonesia.online | BELTIM – Untuk mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, PT Timah menggelar Workshop Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Zahari MZ, Rabu (24/7/24).

Sekitar 34 guru dan 50 orang tua anak berkebutuhan khusus hadir dalam kegiatan workshop dengan tema Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Manusia Mandiri dan Bermanfaat.

Kegiatan workshop dihadiri oleh Bupati Belitung Timur Burhanudin yang diwakili oleh Sekda Mathur Novriansyah, Kepala Wilayah Belitung PT. Timah TbK diwakili oleh Tantra, Narasumber dari Konsultan Rumah Indira Iin Indriyani, S.Si, MM dan orang tua anak berkebutuhan khusus dr. Rahmadi Iwan Guntoro, Sp.P, Kepala Dinas Pendidikan, Dinsospmd dan peserta Workshop.

IMG-20240724-WA0070-300x128 50 Orang Tua Anak Workshop ABK Menjadi Manusia Mandiri dan Bermanfaat

Perwakilan Wilayah Belitung PT. Timah TbK, Tantra mengungkapkan, workshop tersebut diharapkan akan dapat menambah pengetahuan bagi para guru dan orang tua dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

“Program ini sudah menjadi program CSR PT Timah terutama dalam bidang pendidikan juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sosial dan lingkungan masyarakat Bangka Belitung,” kata Tantra.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan terus mengadakan kegiatan yang sama ke depannya agar kehadiran PT Timah sebagai BUMN dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tentu harapan kami, kegiatan seperti ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, secara khusus kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Belitung Timur sehingga ke depannya mereka akan mampu meningkatkan kemampuan, minat dan bakat serta berguna bagi diri sendiri dan keluarga,” ujarnya saat sambutan.

Disela acara, Konsultan Rumah Indira Iin Indriyani. S.Si, MM mengatakan, bahwa Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anak-anak yang memiliki kebutuhan belajar yang berbeda dari kebanyakan anak lainnya.

Mereka bisa memiliki tantangan fisik, mental, emosional, atau kombinasi dari ketiganya, beberapa contoh termasuk anak-anak dengan gangguan spektrum autisme, gangguan belajar, atau gangguan perilaku

“Mendidik anak berkebutuhan khusus memerlukan strategi dan pendekatan yang khusus, sebagai orang tua atau guru, sangatlah penting untuk memahami bagaimana cara mendukung dan memfasilitasi proses belajar,” katanya saat wawancara.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Manggar Ari Mulyanto saat dijumpai seusai acara mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting dan bermanfaat bagi mereka, dirinya bahkan memboyong para guru dan tenaga pendidik untuk mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, karena menangani anak berkebutuhan khusus itu berbeda dengan anak-anak pada umumnya sehingga kami mengajak para guru memanfaatkan kesempatan ini, untuk belajar bersama sehingga wawasannya semakin bertambah dan nantinya bisa diimplementasikan dalam mendidik anak-anak,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pengarahan dari Bank Sumsel Babel bagi para orang tua anak berkebutuhan khusus. Dilanjutkan dengan sesi photo bersama.

(Veno)
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment