Warga Masyarakat Gunung Asem Lebak Denok Aksi Blokade Jalan Perlintasan Truk Angkutan Pasir

Koran-beritaindonesia.online | BANTEN – Rasa Kecewa Dan Rasa Kesal Warga Masyarakat Linkungan Gunung Asem, Kelurahan Lebakdenok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, sudah memuncak dan geram disebabkan lalu lalang angkutan truk pasir yang melintas diwilayahnya.

Sehingga timbul kekesalan dan kekecewaan warga setempat di tuangkan dengan cara aksi memblockade Jalan Ruas Provinsi, serta menyetop Armada truk pengangkut pasir, Sabtu (31/8/2024).

Aksi blockade jalan tersebut dilakukan warga masyarakat yang bergabung dari wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Mancak Kab. Serang dan wilayah Kecamatan Citangkil Kota Cilegon, Lebak Kelapa, Pekaja Wetan, Pekaja Kulon, dan serta masyarakat dari Gunung Asem yang merupakan gabungan dari empat rukun tetangga (RT) 07, 02, 08 dan 03.

Menurut Ade Rahmat Ketua Pemuda Gunung Asem mengatakan, dalam aksi tutup jalan oleh warga tersebut adalah bentuk bagian protes kami.

“Mengingat semua warga terganggu, dimana pada waktu malam bahkan siang haripun, suara mobil angkut pasir, dan kami sering melihat banyaknya berserakan ceceran limbah pasir, sehingga banyak warga yang terpeleset saat berkendaraan motor,” kata Ade.

“Kami selaku warga masyarakat, amat sangat tergganggu, jalan juga berdebu tentu mengganggu kenyamanan bagi warga masyarakat sekitar sini,” tambah Ketua Pemuda Ade Rahmat.

“Kami selaku warga sekitar sudah sangat murka, setiap hari siang dan malam, warga harus menerima polusi udara dari debu pasir,” ucap Ade dengan nada kesal dan menahan emosi.

Masih dengan nada yang sama, Ade menyampaikan, sebelumnya warga sudah beberapa kali berkirim surat protes kepada pihak pengusaha galian pasir dan para Armada truk pengangkut pasir, supaya tidak melakukan pencemaran lingkungan.

“Namun teguran dan sapaan warga masyarakat tidak di respon atau tidak pernah ditanggapi, artinyasurat kami diabaikan, sehingga warga merasa dirugikan,” Cetus Ade.

Aksi warga menutup jalan dihadiri Camat Citangkil Ikhlasunufus, Lurah Lebak Denok Nurcholis, Kepala Desa Batukuda Sabit, para anggota Babinsa dan Babinkamtibmas, Kaniit Intel Polsek Mancak dan Kanit Intel Polsek Ciwandan dan Satuan Intel Polres Cilegon, serta ratusan warga Gunung Asem dan Batukuda.

Sementara saat aksi blokade jalan berlangsung, tidak ada satupun perwakilan dari pemilik tambang pasir Desa Batukuda datang untuk menemui para warga masyarakat.

Tuntutan warga disampaikan, serta yang ditanda-tangani oleh Camat Citangkil, Kades Batukuda dan serta di ketahui Pihak Kepolisian, Masyarakat meminta 12 (Dua belas) tuntutan di antaranya :

Agar armada truk mengangkut pasir dialihkan ke jalan lain terhitung mulai hari ini juga, tidak ada lagi angkutan truk pasir yang diperbolehkan melintas, kemudian pihak penambang pasir diminta untuk membersihkan ceceran pasir yang menumpuk disepanjang jalan.

Sementara Camat Citangkil Ikhlasunufus yang didampingi oleh Kades Batukuda Sabit, bersama Ketua Pemuda gunung Asem Ade Rohmat mengungkapkan, bahwa pihaknya akan segera mempertemukan warga dengan para pemilik penambang pasir Senin, tanggal 2 September, akan difasilitasi oleh Satintel Polres Cilegon.

“Aspirasi masyarakat yang mendambakan hidup sehat dan nyaman dilingkungannya, bisa kembali menikmati udara segar tanpa ada debu pasir dan polusi, hingga masyarakat bisa menghirup udara yang segar.” ucap Pak Camat Ikhlasunufus.

(Aidy Avrizal. F, a).
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *