Kerahkan 79 Ambulans 40 RS Dinkes Tangsel Siapkan Pengawalan Medis Porprov Banten 2026

koran-beritaindonesia.online | KOTA TANGSEL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan menyiagakan 79 unit ambulans dan 237 personel medis untuk mengawal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang berlangsung pada 15–23 November 2026.

Langkah ini diambil untuk menjamin penanganan darurat secara cepat dan tepat selama gelaran olahraga se-Banten tersebut.

Ratusan personel yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat hingga pengemudi ambulans, seluruh tim akan bersiaga di tiap venue pertandingan guna mengantisipasi risiko cedera maupun kedaruratan medis para atlet.

Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, M.KM., menegaskan kesiapan ini merupakan komitmen daerah untuk memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

“Kami menyiapkan 79 ambulans dengan 237 personel medis, mereka disiagakan penuh di seluruh venue pertandingan,” tegas Allin, Kamis (5/11/2026).

Tak hanya tim lapangan, Dinkes Tangsel juga mengintegrasikan jaringan fasilitas kesehatan rujukan, sebanyak 31 rumah sakit di wilayah Tangsel dan 9 rumah sakit penyangga di luar Tangsel disiapkan untuk menangani pasien yang membutuhkan rujukan tingkat lanjut.

“35 puskesmas di seluruh Tangsel tetap siaga, total ada 40 rumah sakit dan 35 puskesmas yang kami siapkan dalam skema pelayanan kesehatan Porprov,” jelas Allin.

Allin menambahkan, insiden fatal yang pernah menimpa atlet pada ajang olahraga di daerah lain menjadi catatan kritis pentingnya pengawasan kesehatan yang ketat.

Dinkes pun mengimbau para atlet, official, hingga wasit untuk bersikap objektif terhadap kondisi fisik di lapangan.

“Kami menekankan pentingnya sinergi antara atlet, panitia, dan wasit, jika kondisi fisik atlet sudah tidak memungkinkan pertandingan tidak boleh dipaksakan demi keselamatan jiwa,” ujarnya.

Dengan kesiapan armada, personel, dan jaringan rumah sakit rujukan ini, Dinkes Tangsel optimistis Porprov VII Banten 2026 dapat berjalan aman dan minim risiko fatalitas medis.

Penulis : Ali Nasution
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *