Kegiatan Kongres Ke-15 KFT Menentukan Arah Masa Depan Insan Film Indonesia

Koran-beritaindonesia.online | JAKARTA – Pra Kongres dan Kongres Ke-15 KFT akan dilaksanakan pada tanggal 2 dan 5 Desember 2024 di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan – Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2024).

Penyelenggaraan kegiatan Kongres tersebut memiliki alasan sebagai rumah besar para insan perfilman Indonesia yang memiliki nilai sejarah, perjalanan dan perjuangan para tokoh perfilman tanah air.

Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail menjadi sebuah tempat yang sangat strategis, prestisius dan representatif sebagai venue pelaksanaan Kongres Ke-15 KFT akan menentukan arah masa depan Insan film dan perfilman Indonesia.

Mengutip Dari catatan seorang Editor film, Sutradara dan Anggota LSF, Arturo. GP menjelang Hari film Indonesia, KFT laksana Dinosaurus yang masih menggeliat.

“Saat ini organisasi KFT masih ada dan lumayan eksis di peta perfilman Indonesia, karena masih sebagian pelaku film masuk menjadi anggotanya, walaupun perarturan izin film harus ada rekomendasi dari KFT, kini sudah tak berlaku lagi, karena Politik Reformasi 1998, menghapuskan Departemen Penerangan, menjadi Pemerintahan dengan Kabinet-kabinet yang baru sesuai kebutuhan,” ucap Arturo GP dari catatannya.

Demikian juga dunia perfilman yang sudan memiliki banyak organisasi atau asosiasi baru yang lebih diminati oleh pelaku-pelaku perfilman zaman “now “ , dengan segala bentuknya.

Dinamika KFT saat ini bisa dicari di Website milik KFT , media terbarukan yang menjadi cara baru organisasi menghadirkan dirinya, KFT masih mencoba menggeliat dengan berwacana dalam dunia standarisasi yang lebih terintergrasi dengan aturan negara.

Sehingga KFT sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi, dengan segala perangkatnya, kantor dan para assesor serta menjadi rujukan bagi Intitusi Pendidikan Swasta maupun Institusi/ lembaga dalam membantu program-program pemerintah.

Sementara, Gunawan Paggaru yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum KFT dan Kepala Badan Perfilman Indonesia, menegaskan bahwa persoalan Regulasi, Advokasi dan Sertifikasi profesi menjadi sangat penting dikedepankan untuk kesejahteraan bagi Insan Film Indonesia, sebagai arah tujuan masa depan KFT.

Sementara Fajar Irawan pada Oktober 2024, dalam tulisannya, yang berjudul “Momentum Penting Bagi Perkembangan Industri Film dan Televisi Indonesia” Trenzindonesia/ Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT).

Organisasi KFT memiliki peran yang signifikan dalam perkembangan perfilman Indonesia. Organisasi ini telah aktif mengadvokasi kebijakan pemerintah yang mendukung industri film dan televisi, sekaligus menjadi mediator antara pekerja film dan pihak produksi.

“Sejak Era 80-an, KFT telah membentuk standar profesionalisme dan etika kerja dalam industri perfilman. Bahkan, di era tersebut, KFT menjadi motor penggerak dalam menjaga keberlanjutan budaya film Indonesia,” ungkap Fajar Irawan dalam tulisannya.

Berbagai aspirasi dari seluruh Anggota KFT pada Kongres Ke-15 nanti, juga menjadi catatan penting mendorong arah tujuan masa depan KFT melalui Kepemimpinan Ketua Umum KFT yang baru atau terpilih untuk memperjuangkan hak-hak anggota dalam perlindungan Hukum, Pengembangan SDM, Asuransi Tenaga Kerja, Standar Minimal Honor, Batas Jam Kerja, Kesejahteraan serta Tempat Pemakaman Umum (TPU) KFT.

Penulis : Didien Rochidien
Editor : Edwar AN.

Share this content:

Post Comment