Shooting “Kopi Manis Ibuku” Lokasi Lampung Dipersiapkan Mengikuti Festival Film

Koran-beritaindonesia.online | BANDAR LAMPUNG – Widya Washinton, Artis Sinetron wanita berbakat yang memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia akting, kembali menunjukkan kiprahnya di industri film, artis satu ini pernah meraih penghargaan di Gedung Saburai Enggak Tanjung Karang sebagai Putri Lampung, kini ia terjun sebagai produser film pendek yang mengangkat kearifan lokal daerah kelahirannya, Ahad (13/4/2025).

Widya Washinton sebagai Artis dalam waktu dekat akan memproduksi Film berjudul “Kopi Manis Ibuku” yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti berbagai festival film, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Widya dikenal telah bermain di beberapa sinetron produksi MKF dan juga film pendek produksi Smaradana seperti, Angin di Bulan Agustus, Cingcowong dan lain sebagainya, pengalaman dalam dunia seni peran semakin memperkaya wawasannya dalam proses produksi film.

‘Kopi Manis Ibuku’ mengisahkan perjalanan seorang janda yang harus berjuang membesarkan kedua anak setelah kepergian suaminya, seorang pengusaha kebun kopi yang dihormati di daerah tempat usahanya berada.

Sang anak laki-laki (Anak Pertama) berhasil lolos seleksi masuk TNI dengan nilai yang membanggakan, sementara adik perempuannya (Anak Kedua) adalah siswa berprestasi yang juga memiliki keahlian meracik kopi, ilmu yang ia pelajari dari sang ibu, mereka bersama-sama membuka warung kopi sederhana yang bukan sekadar tempat usaha, tetapi juga menjadi ruang diskusi masyarakat setempat.

Kisah semakin menarik dengan kehadiran seorang pegiat lingkungan asal Jerman yang memiliki ketertarikan terhadap kopi Lampung serta budaya lokal, interaksi berlangsung antara karakter menghadirkan dinamika yang kaya, mengangkat isu lingkungan kearifan lokal, dan filosofi kehidupan di balik secangkir kopi.

Widya Washinton menyampaikan bahwa film ini bukan hanya sekadar karya sinematik, tetapi juga sebuah upaya untuk mengenalkan kopi Lampung serta budaya lokal ke kancah Internasional.

“Kopi bukan hanya minuman, tapi juga sejarah, perjuangan dan identitas sebuah daerah, saya ingin memperlihatkan bagaimana kopi bisa menyatukan keluarga, membangun mimpi sekaligus menjadi jembatan bagi dialog budaya,” ujar Widya bersama senyum khasnya.

Sebagai produser, Widya Washinton bekerja sama dengan sineas muda berbakat serta tim produksi yang berpengalaman pada industri film di Lampung dan Jakarta, film ini juga melibatkan berbagai komunitas Pencinta Kopi dan pemerhati lingkungan untuk memberikan kedalaman cerita yang autentik.

Film pendek ‘Kopi Manis Ibuku’ direncanakan akan diikutkan di beberapa festival film Nasional dan Internasional pada tahun 2025.

Harapannya, film ini dapat menjadi representasi budaya Lampung dan Kopi Lampung yang membanggakan di panggung dunia melalui Film.

Dengan latar belakangnya sebagai aktris dan produser, Widya Washinton berharap film ini dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru tentang pentingnya menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dia juga berharap ‘Kopi Manis Ibuku’ dapat menjadi pembuka jalan bagi semua daerah di Indonesia lebih banyak film bertema lokal untuk bersaing di kancah global.

Dengan semangat dan dedikasinya, Widya Washinton kembali membuktikan bahwa seni peran dan produksi film bukan sekadar profesi, melainkan juga sebuah panggilan untuk melestarikan budaya, mengangkat hasil Kopi Lampung dan menggabungkan cerita film di kemas dengan mengangkat Kopi Lampung melalui media film.


(Edward.AN / BS)

Share this content:

Post Comment