Koran-beritaindonesia.online | BELTIM -Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha mengunjungi Replika SD Laskar Pelangi dan Museum Kata Andrea Hirata yang terletak di Desa Lenggang Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur, Jum’at (27/12/2024).
Giring Ganesha Wamenbud hadir dalam rangka melakukan kunjungan kerja sekaligus bernostalgia dengan tempat yang dibantunya populer pada tahun 2008 silam dengan lagu Laskar Pelangi sebagai soundtrack di Film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata putra asli daerah Kabupaten Belitung Timur yang Fenomenal.
Dalam kunjungan kerjanya, Mas Giring Ganesha mengunjungi beberapa tempat di Belitung yaitu ke Museum Maritim, Museum Tanjungpandan lalu ke Desa Budaya Batu Itam.
Lawatan nostalgia Wamenbud ke Kabupaten Belitung Timur dengan mengunjungi Replika Sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata Andrea Hirata.
Menurut Giring saat diwawancarai pasca lawatannya di Replika Sekolah Laskar Pelangi menyatakan bahwa ini adalah kedua kalinya Ia datang di Negeri Laskar Pelangi.
“Pertama saat saya menjabat sebagai Ketua Umum, karena saat itu Covid sekarang saya datang lagi disambut sebagai Wakil Menteri Kebudayaan oleh anak-anak dengan tarian yang menurut saya ini tarian yang menginspirasi saya menulis liriknya Reff Laskar Pelangi,” kenang Giring.
Giring menyampaikan rasa syukur dan kehangatan yang Ia rasakan sebagai salah satu kreator lagu ikonik Laskar Pelangi, ia tersentuh keterikatan emosionalnya dengan pulau ini.
Melihat kondisi dan situasi sekarang di Sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata Andrea Hirata, Dia bertekad akan jadikan kedua tempat tersebut menjadi sebuah destinasi wisata modern dan sejumlah rencana besar Pemerintah di lokasi tersebut.
“Tadi saya sudah bicara dengan pak Agus, Kepala BPK5, Kami rencanakan untuk merenovasi kawasan ikonik ini, di SD Laskar Pelangi rencananya akan dijadikan pusat kebudayaan yang inklusif dengan model ruang terbuka untuk anak-anak dan keluarga serta ruang musik melayunya,” papar Giring.
Menurut Giring, penting Pelestarian budaya SD Laskar Pelangi harus dijaga dan harus tetap jadi ikon karena sampai saat ini dampak dari novelnya Andrea Hirata yang dijadikan film pada tahun 2008 sampai sekarang tahun 2024, sudah 16 tahun.
“Anak-anak muda butuh ruang kreatif, ruang kebudayaan biar anak-anak bisa termotivasi termasuk dapat menampilkan musik Melayu dan mudah-mudahan kalau itu terus bergulir kebudayaan itu bisa hidup lagi sehingga bisa membangkitkan ekonomi masyarakat,” terang Giring.
Giring juga berharap semua generasi muda dapat merasakan semangatnya Laskar Pelangi, nanti saat Ia kembali ke tempat ini sudah terlihat rapi, serta sudah bisa diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Saat ditanya prosfek kedepan budaya Belitung Timur mimpinya seperti apa, Ia katakan semua orang sudah tahu bahwa budaya Belitung Timur dibuat sangat terkenal di Indonesia karena film Laskar Pelangi, salah satunya adalah lagu melayu ‘Seroja’ sampai sekarang masih menggema dimana mana.
“Saya sudah hari kedua disini, melihat ada tabel melakukan pelestarian, luar biasa tapi sekarang tinggal pemanfaatan dan pengembangannya, kerjasama dengan lintas kementerian karena kalau pemanfaatannya pasti berhubungan dengan pariwisata dan budaya karena jiwa dari pariwisata adalah kebudayaan,” ujarnya.
Inilah tantangan besar bagaimana kita bisa menarik wisatawan-wisatawan atau turis-turis, dan sudah ada beberapa ide bikin festival-festival film Internasional.
“Akan kita dorong sehingga banyak turis-turis datang ke Belitung, kita akan kolaborasi dengan lintas kementerian sesuai arahan Presiden RI kita kerja harus menjadi satu tim yang solid demi rakyat semoga semua berjalan lancar sehingga kawasan ini hidup dan menjadi kebanggaan Kabupaten Belitung Timur dan Indonesia tentunya,” Pungkasnya.
Selanjutnya perjalanan menuju ke Kota 1001 Warung Kopi, Kota Manggar Kabupaten Belitung Timur, Dia dan rombongan akan menikmati suasana sore, ‘Ngopi Bareng’ bersama di Warkop Aput diiringi musisi lokal Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur.
Penulis : Venno.
Editor : Edward. AN.
Share this content:
