Ruwahan Giat Warga Pahala 1 Kel. Karang tengah Antusias Mengikuti

Koran-beritaindonesia.online | KOTA TANGERANG – Kegiatan Ruwahan bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur kita, juga merupakan sebuah tradisi dari wujud rasa syukur kepada Allah SWT, yang dilaksanakan pada bulan Ruwah, tepatnya di antara tanggal 10-20 hijriyah dalam kalender hijriyah serta ungkapan rasa sukacita memasuki ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Acara Rowahan dihadiri oleh Ketua Pengurus Rukun Tetangga (RT) 01 Nasrullah, Ketua Rt 02 Darma, Pengurus Rukun Warga (RW) 08, warga di wilayah Jalan Pahala 1, tokoh masyarakat Kaffi, Efrison, warga Nyaman dan para Ibu-ibu di lingkungan sekitar.

Sedangkan pemandu acara Ust Subur, dan juga pembaca surat Yasin, zikir, tahlil dantahmid oleh Ust. Abdul Rozak (Guru Pembimbing), serta doa untuk para arwah oleh Ust. H. Abdullah Yasin, juga di isi tausyiah Ust. Muda Mitahudin, S.Ag, Minggu (23/2) 2025).

Silahturahmi harus dijalankan di lingkungan dan keluarga, ingat yang baik baiknya dalam menjalankan kehidupan, jangan membicarakan orang lain yang buruknya,” ujar Ust.Mitahudin, S.Ag, untuk berbuat kebaikan, sambil mengajak bersadakoh jariah, berpuasa di bulan Ramadhan dengan berbakti pada orang tua.

“Berbagi dengan tetangga apapun bentuknya sehingga bermanfaat, saling merangkul, saling asah, saling asuh dan kebaikan akan terus terkenang,” tambah Ust. Muda yangmasih lajang jebolan UIN Jakarta dengan mengingatkan pada jamaah untuk bersalaman bagi umat Muslim.

Dengan adanya Giat ini warga mengikuti Rowahan sangat antusias yang diprakarsai oleh lingkungan Rt 01 RW 08 Kelurahan Karang Tengah, wargayang hadir terlihat menjadi senang, semangat, toleransi beragama & kerukunan antar warga semakin meningkat.

Kegiatan ini terlaksana dikarenakan usaha yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dalam mengadvokasi/ mengajak seluruh warga Rt 01sehingga dengan bantuan/ fasilitasi keluarga dilingkungan sekitar terlaksana.

“Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik, bersilahturrahmi dan mendoakan orang tua kita, para kerabat, keluarga yang telah wafat,” ucap Ketua Rt Nasrullah.

“Tradisi ruwahan para keluarga yang datang untuk melakukan permohonan maaf atas kesalahan para leluhurnya,” tambahnya Nasrullah.

Sementara tokoh masyarakat Effrison dengan nada yang sama, menyampaikan Dan menguatkan tali silaturahmi dari sesama, harapan yang sama juga dimohonkan untuk para leluhur mereka.

“Permintaan maaf baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga yang meninggal. Serta kebulatan tekad untuk memohon perlindungan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” sebut Effrison.

“Tradisi ini mengajarkan masyarakatnya untuk selalu berbagi dengan apa yang dimilikinya, mempererat,” tambahnya.

Penulis dan Editor : Edward. AN.

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *