Koran-beritaindonesia.online I KOTA TANGERANG — Menyambut bulan suci Ramadhan, Kecamatan Ciledug Kota Tangerang, bersiap menggelar acara akbar bertajuk Gema Budaya Ramadhan dan Festival Gema Takbir, giat ini akan berlangsung di Alun-alun Ciledug mulai 8 hingga 30 Maret 2025 dan mengusung semangat kebersamaan serta pelestarian Seni Budaya Lokal.
Sejumlah tokoh masyarakat terlibat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan dukungan penuh dari berbagai instansi, seperti DPRD Kota Tangerang, BNN Kota Tangerang, serta aparat keamanan dari Polres Metro Tangerang Kota dan Kodim 0506/Tangerang.
Kusnan, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Ciledug, menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Kami ingin menyatukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari ormas hingga OKP, agar solid dan bersama-sama menyemarakkan Puasa Ramadhan 1446 H dalam nuansa budaya lokal,” ujarnya.
Rangkaian acara telah disusun dengan beragam kegiatan keagamaan dan kebudayaan, di antaranya:
Bazar Kuliner Ramadhan, Pelatihan Melukis, Baca Puisi, Pesantren Kilat,
Panggung Seni & Religi, Bukber Komunitas, Santunan, Sosialisasi & Safari Ramadhan
Lukmanul Hakim, Ketua Koordinator Acara, berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kami tidak hanya ingin menciptakan suasana meriah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan mempromosikan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ketua Bamus Kecamatan Ciledug, H. Suhanda, turut mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antarormas demi kesuksesan acara ini.
“Seluruh ormas di Ciledug tetap solid dan bersatu. Persatuan ini menjadi kunci utama agar kita bisa menjaga tradisi, melestarikan budaya lokal, dan memperkuat kebersamaan,” tegasnya penuh harap. .
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Darmawan, Bimas Kelurahan Sudimara Barat Ciledug.
“Kami siap membantu menjaga kelancaran kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat hubungan masyarakat dan memperkuat sinergi antara warga dan aparat,” ujarnya.
Sementara itu, Nawawi, Babinsa Peninggalan Utara, menilai acara ini bisa menjadi sarana menjaga harmoni sosial. “Semoga Festival Gema Takbir dan Gema Budaya Ramadhan ini menjadi perekat persaudaraan dan menjaga kedamaian di tengah keberagaman,” tuturnya.
Tak hanya untuk warga Ciledug, Zigo, Ketua Harmoni Gerakan Bersama, berharap agar acara ini menjadi agenda tahunan di Kota Tangerang.
“Kami ingin festival ini bisa menjangkau kecamatan lainnya di Tangerang, bukan hanya soal hiburan tetapi juga pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai sosial,” katanya penuh semangat.
Sementara tokoh masyarakat dan salah satu aktifis perjuangan Seni Budaya dan Kepemudaan Tri Mulyadi, menuturkan semangat gotong royong dan kolaborasi, Budaya Ramadhan dan Festival Gema Takbir diharapkan menjadi simbol persatuan dan harmoni di Kecamatan Ciledug.
“Seni Budaya merupakan tempat bernaung kreator Seni di seputaran Ciledug tentu lebih dari sekadar perayaan, ini mencerminkan paraseniman dan budayawan sampai kini masih berkarya di Ibu Kota Jakarta, kekuatan kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal,” ungkap Tri Mulyadi.
Penulis : Lodi.
Editor : Edward. AN.
Share this content:
