Disiplin Militer Adalah Harga Mati Bagi Kemajuan Bangsa Dan Negara

Koran-beritaindonesia.online | BANDUNG – Upacara Hari Kebangkitan Nasional selasa 20 Mei 2025 yang di gelar dilapangan Gasibu Kota Bandung, Dedi Mulyadi menyampaikan, hampir semua orang hanya memberikan pengamatan analilis, kajian itulah metedeologi yang dikembangkan oleh bangsa ini tetapi tidak banyak orang yang berani mengambil solusi mengangkat mereka dari sudut jalan di masukkan kebarak dididik secara militer diarahkan menjadi anak anak yang berguna karena kedisiplinan Militer adalah harga mati bagi kemajuan bangsa bukan musuh.

“Pandangan pandangan buruk terhadap Militer adalah pandangan orang yang takut anak anak indonesia ini bangkit yang takut anak indonesia mencapai kemajuan,” tegas Gubernur Jawa Barat.

Gubernur KDM melanjutkan mereka takut bangsa ini menjadi kokoh dan tegap, mereka ingin bangsa indonesia ini menjadi pemabuk yang setiap saat hari mabuk sama ilmu pengetahuan, yang setiap hari bertengkar diTV, yang setiap hari bertengkar di medsos, sementara hamparan kekayaan diambil sama mereka.

KDM Menegaskan jangan kita menjadi antek dari bangsa lain, memporak-porandakan diri sendiri dan bangsanya, dengan alasan pengetahuan dan Hak Asasi Manusia, salah satu contoh anak dibawah umur membawa motor itu jelas pelanggaran hak anak.

“Kapan kita bertindak untuk anak-anak agar tidak berkeliaran, selama ini di biarkan, mari kita saling mendukung demi kemajuan bersama,” himbau KDM.

Disisi lain acara KDM juga menghadirkan anak anak yang dimasukkan dalam barak Militer beberapa waktu silam, momen hari terlihat dari orangtua dan KDM menyampaikan kalian adalah anak Jawa Barat, anak indonesia, suatu hari nanti kalian akan menjadi tentara, dokter, pengusaha, ASN, Aktor Panggung, Seniman, Budayawan, Petani dan jadi apapun kalian yang penting berguna bagi banyak orang juga bagi nusa dan bangsa Indonesia yang kita cintai,

Penulis : Ali Nasution
Editor : Edward A.N

Share this content:

Post Comment