Koran-beritaindonesia.online | JAKARTA – Ditengah situasi perekonomian rakyat yang sedang tidak baik-baik, konflik atau benturan terkait masalah pertanahan, pedagang kaki lima dan lain sebagainya di berbagai daerah sebaiknya dihentikan, apalagi konflik tersebut nyata-nyata selalu dihadiri dan disaksikan aparat TNI dan Polri.
Seorang tokoh nasional pengamat sosial ekonomi dan budaya M Julian Manurung, menyampaikan secara gamblang Sejak tahun 1997 Indonesia dilanda krisis moneter disertai dengan fluktuasi kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu.
Tercatat banyak dari kalangan instansi pemerintah maupun juga dari lembaga terkait, sekarang ini terkena virus yang menggerogoti kewibawaan institusi yang sah sehingga mengiring Indonesia menuju konflik nasional baik secara struktural maupun horizontal. semenjak runtuhnya rezimorde baru tahun 1998 sampai merambat pada pemerintah sekarang.
“Presiden Prabowo Subianto sebaiknya segera memerintahkan semua Kementrian/Lembaga, Kepala Daerah, TNI dan Polri menghentikan kegiatan/kebijakannya yang berpotensi menimbulkan konflik dengan warga masyarakat atau rakyat,” sebut M Julian Manurung , Ketua Umum
Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1).di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Julian Manurung, menambahkan sebaiknya digunakan cara-cara yang persuasif, komunikasi yang efektif dan tidak konfrontatif seperti tahun lalu, yang akan menimbulkan korban atau kerugian apapun.
Lihat saja, sebut Julian Manurung, hampir di semua wilayah/daerah sudah terjadi konflik pertanahan antara negara dengan rakyat, antara pengusaha/perusahaan swasta maupun BUMN dengan rakyat, antara pedagang kaki lima rumahan dengan pemerintah daerah yang seharusnya bisa dihindari bila mengedepankan komunikasi.
“Dialog yang berkesinambungan dalam rangka mencari solusi agar tidak lagi terjadi benturan dengan rakyat, untuk menuju terwujudnya penyelesaian yang terbaik., efek domino dari konflik yang terjadi saat ini, ” katanya
“Diakui atau tidak akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat kepada Pemerintah dan bahkan ke Presiden Prabowo Subianto, ini sangat berbahaya serta berisiko,”ungkap M Julian Manurung dengan nada prihatin.
Dia menjelaskan, bila ini berlarut tidak disikapi cepat, sehingga akan berhujung dengan terjadinya kerusuhan.
“Impliksasi- implikasi kepentingan politik elite nasional, elite lokal dan militer-militer serta polisi juga diduga menyulut terjadinya konflik horizonttal tentunya sulit mencari penyelesaian yang lebih tepat.,” jelas M. Julian Manurung Ketua Umum Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1).
Ketum FKI-1 Julian Manurung, mengajak bersama peran aktif dari seluruh para Menteri Koordinator dan elemen masyarakat untuk mampu menangani konflik .
Editor : Edward. AN.
Share this content:
