Koran-beritaindonesia.online| KOTA TANGERANG – Di tengah arus disrupsi yang terus merombak lanskap media, dedikasi menjaga marwah pers tak pernah pudar.
Peringatan Hari Jadi ke-26 koran Berita Indonesia sekaligus peluncuran resmi portal berita Detak Indonesia berlangsung khidmat dan penuh gelora di Kantor Redaksi Berita Indonesia, Karang Tengah, Kota Tangerang, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Konsistensi dan Transformasi, Peringatan 26 Tahun Berita Indonesia Menyongsong Masa Depan Pers Digital,” perhelatan ini menjadi ajang konsolidasi moral insan pers.
Hadir dalam momentum bersejarah tersebut jajaran pengurus PWI Tangerang Selatan, PWI Kota Tangerang, PWI Jakarta Selatan, serta lintas insan pers dari berbagai daerah.
Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, hajatan ini menegaskan komitmen kolektif, memperkokoh independensi pers sebagai benteng nurani demokrasi.
Navigasi Adaptasi dan Kesetiaan pada Marwah Pemilik Detak Indonesia, E.J. Mangunsong, menegaskan bahwa keberanian bertransformasi adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman tanpa harus kehilangan pijakan nilai.
”Kita harus terus melangkah maju dan adaptif ke depan,” ujar Mangunsong optimis
Dia juga menaruh harapan besar agar Berita Indonesia dan Detak Indonesia tak sekadar hadir mengisi ruang publik tetapi tumbuh menjadi referensi informasi yang paling tepercaya dan berpengaruh.
Nostalgia mendalam turut mewarnai refleksi Pemilik Berita Indonesia sekaligus jurnalis senior, Edwar. AN Menatap perjalanan panjang yang bermula dari bilik siaran Radio Republik Indonesia (RRI), Edwar menekankan bahwa konsistensi adalah ruh utama dalam merawat media pers.
”Momentum ini membawa nostalgia tersendiri bagi saya mengenang perjuangan awal sebagai wartawan RRI hingga tetap memegang teguh komitmen membina media hingga hari ini,” tutur Edwar penuh keharuan.
Cepat, Tajam, dan Berdampak Bagi Publik, enjelaskan peta jalan redaksi ke depan, Badan Eksekutif Berita Indonesia, Ali Ahman Nasution, memaparkan filosofi pergerakan mereka yang terangkum dalam komitmen tajam: “Satu Langkah Lebih Cepat, Satu Suara Lebih Tajam”.
”Jargon ini adalah kompas kerja kami. Di era arus informasi yang serbacepat, kita dituntut bergerak antisipatif tanpa kehilangan kepekaan dan kecepatan harus berkelindan dengan kedalaman jurnalisme yang berani, solid dan memiliki daya dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Ali.
Bagi Ali, transformasi ke ranah digital bukanlah sekadar mengikuti arus teknologi melainkan pijakan strategis untuk memperkuat jurnalisme yang profesional, independen dan akurat semuanya demi merawat benteng tertinggi pers: kepercayaan publik.
( Red).
Share this content:
