MDTA Raudatul Atfal Membina Generasi Yang Sholeh dan Sholeha

Koran-beritaindonesia.online – KAB. SUKABUMI | Madrasah Diniyah Takmiliyah Awalia (MDTA) Raudatul Atfal menggelar perpisahan dan kenaikan kelas berlangsung dihalaman madrasah belum lama iniini, Rabu (3/7/2024).

Menjadi santri atau pribadi yang mencerminkan sikap orang beriman, beradab (Takzim), berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam bermuamalah dengan lingkungan sosial, alam sekitar, serta peradabannya.

Acara dimeriahkan karnaval drum band dari SMPN 1 Cikidang, pentas seni hadroh dan kreativitas santri santriat serta menghapal ayat ayat pendek.

Sedangkan kelulusan tahun ini berjumlah 6 santri dan santriati, yang bertaqwa dan bertauhid kepada Allah SWT, serta memiliki sikap religius.

“Mampu menghargai dan menghormati sesama serta menunjukkan rasa empati, menjadi pribadi yang jujur, disiplin bertanggung jawab, menghargai dan menghormati sesama serta menunjukkan rasa empati, mereka lulus seratus persen ada yang melanjutkan ke SMPN 1 Cikidang,” tutur Ustadz Mustafa Kamal.

Kepala MDTA Raudatul Atfal Ustadz Mustafa Kamal mengatakan, untuk menerapkan pendidikan ekstra kulikuler seperti tahfid Al Qur’an,

Mustafa Kamal juga menyampaikan, para Santri MDTA memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, percaya diri dan motivasi dari dalam maupun dari luar, mempertahankan estetika (keindahan).

“Mereka mampu menyesuaikan diri saat bermuamalah, yang memiliki rasa cinta tanah air dan perdamaian di tanah air,” tambahnya.

Menggunakan bahasa lanjutnya, untuk meningkatkan kemampuan intelektual, usaha untuk melestarikan budaya.serta kematangan emosional dan sosial, menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa sebagai salah satu alat utama belajar, khususnya dalam mengkaji sumber-sumber ajaran Islam.

“Alhamdulillah kami selalu juara 1 kaligrafi atas nama Adi Wangsa pada pentas Tingkat Kecamatan Cikidang dan kita akan memberangkatkan ke tingkat Kabupaten Sukabumi, seluruh alumni MDTA Raudatul Atfal menjadi Anak Sholeh dan Sholeha,” kata Ustadz Mustafa Kamal.

MDTA Raudatul Atfal terus menggodok agar para santri memiliki jiwa dan pemikiran yang Kreatif, Produktif, Kritis, Mandiri, sesuai dengan yang dipelajari di pesantren dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori Islami.

“Untuk menjadi santri yang memiliki Ilmu pengetahuan dan wawasan terbuka, cepat tanggap terhadap teknologi dan memiliki jiwa seni dan memanfaatkan teknologi,” ujar Ustadz Mustafa Kamal yang didampingi oleh para guru lainnya.

(Adita Lestari / Deden Muhadi).
Editor : EDWARD. AN.

.

Share this content:

Post Comment