Pembangunan Gedung Perpustakaan SDN Cisereuhen 4 Kec, Cigeulis Kab. Pandeglang Diduga Asal Jadi

Koran-beritaindonesia.online | BANTEN – Pembangunan 1 unit Gedung Perpustakaan SDN Cisereuhen 4 Kampung Cipeteuy, Desa Cisereuhen Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang Banten.

Di duga pembangunan tersebut kurang pengawasan saat dalam pengerjaan bangunan, adanya pengurangan pada mutu kualitas pada fisik pembangunan gedung perpustakaan, Selasa (03/9/2024),

Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mendapat kucuran dana APBD II, alokasi tahun 2024 sebesar Rp 220,184,000 Untuk membangun 1 unit Gedung Perpustakaan SDN Cisereuhen 4.

Hasil pantauan wartawan Berita Indonesia di lapangan, adanya pembangun terkesan asal asalan, contoh salah satunya saat pemasangan batu bata, yang kurang merekat dan mudah lepas pada susunan batu tersebut, juga adukan semen yang dikurangi saat mencampur dengan pasir, sehingga saat pemasangan batu bata mudah terlepas.

Saat hal tersebut dipertanyakan, tukang yang ada di tempat semua pekerja, tidak ada yang menjawab mereka lebih memilih bungkam menjauh serta melanjutkan pekerjaannya.

Sementara salah seorang warga Juyamin yang berada di lokasi memberikan informasi terkait pembangunan yang sedang dikerjakan dengan Nilai Kontrak Rp220.184.000,-oleh CV Putra Birrul Walidain Gedung Perpustakaan SDN Cisereuhen 4 Kampung Cipeteuy.

IMG-20240903-WA0036-265x300 Pembangunan Gedung Perpustakaan SDN Cisereuhen 4 Kec, Cigeulis Kab. Pandeglang Diduga Asal Jadi

Menurut Juyamin selaku masyarakat setempat, bahwa pembangunan perpustakaan ini sangat disayangkan baik dari segi materialnya yang kurang kualitasnya, juga saat pengadukan semen dan pasirpun lebih cenderung banyak ke pasirnya dari pada semennya.

“Karena ketika pemasangan maupun perangkaian batu bata untuk dinding tentu mudah sekali lepas itu disebabkan kurangnya semen pada adukannya,” ucap Juyamin.”

“Jika pembangunan gedung perpustakaan ini selesai tidak akan bertahan lama, apalagi di daerah kami rawan sekali adanya gempa bumi, yang mana kala itu terjadi pada bangunan gedung perpustakaan khawatir retak, atau roboh,” ungkapnya.

“Saya selaku warga masyarakat disini berharap, saat pengerjaan pembangunan ini, harusnya ada pengawasan agar pembangunan ini kokoh dan kuat sehingga nyaman saat digunakan oleh para pelajar,” cetus Juyamin penuh dengan harapan.

Disisi lain saat Tim ingin menemui pelaksana Pembangunan 1 unit Gedung Perpustakaan SDN Cisereuhen 4 Kampung Cipeteuy, Desa Cisereuhen untuk dikonfirmasi tidak di tempat terkesan menghindar tak ingin ditemui.

(Aidy Avrizal. F, a).
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment