Koran-beritaindonesia.online | BELTIM -Koordinasi dan sinkronisasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan kemiskinan, Pemkab Belitung Timur gelar Rapat Koordinasi, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024 berlangsung di Aula Gunung Lumut Bapelitdabeltim, Selasa (10/9/2024).
Hadir di Rakor TKPKD ini, Bupati Belitung Timur Burhanudin, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Belitung Timur, Kepala Perangkat Daerah Kab. Belitung Timur, Camat se-Kab. Belitung Timur, Kepala Puskesmas se-Kab. Belitung Timur, Kepala Desa se-Kab. Belitung Timur, Tenaga Ahli P3MD Kab. Belitung Timur serta hadirin undangan lainnya.
Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar selaku Ketua TKPKD Kab. Belitung Timur dalam arahannya menyampaikan, Rakor ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem dengan pemanfaatan data yang sudah diberikan dari pusat.
“TKPKD memiliki peran sangat strategis dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di Kab. Belitung Timur mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penanggulangan kemiskinan. Sehingga upaya penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem dapat berjalan secara sinergis dan sistematis,” ujar Khairil.
Disampaikan Khairil, Badan Pusat Statistik tanggal 6 September 2024 lalu, angka kemiskinan di Kab. Belitung Timur pada Bulan Maret 2024 sebesar 6,36 persen dan mengalami penurunan sebanyak 0,37 persen dari Bulan Maret Tahun 2023 lalu.
Garis Kemiskinan Kab. Belitung Timur pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp. 907.577,- per kapita per bulan sedikit mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2023 dengan Garis Kemiskinan sebesar Rp899.482,- per kapita per bulan.
Dari data yang ditarik setelah ditetapkan garis kemiskinan jumlah penduduk miskin Kab. Belitung Timur pada Maret 2024 sebesar 8.500 jiwa, menurun 390 jiwa dibanding Maret 2023 yaitu 8.890 jiwa.
“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah sangat berkomitmen untuk hadir kepada penduduk miskin dan rentan guna mewujudkan penduduk yang sejahtera dan berkeadilan,” ujarnya.
Khairil mendorong Perangkat Daerah terkait mampu membuat program pemberdayaan yang terpadu dan program tersebut harus tepat sasaran sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat miskin, terutama dengan layanan dasar dan pemberdayaan ekonomi, selain itu diharapkan juga TKPKD dapat bekerja secara optimal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kab. Belitung Timur.
Sementara itu Bupati Belitung Timur Burhanudin saat membuka Rakor TKPKD menekankan akan pentingnya sinergitas antar pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Belitung Timur.
Menurut Bupati, penanganan masalah kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah serta seluruh pemangku kepentingan yang berdayaguna secara efektif dan kolektif.
“Keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan di Kab. Belitung Timur sangat tergantung pada efektifitas program dan keterpaduan program penanggulangan kemiskinan antara Pemerintah Pusat, provinsi dan Pemerintah Kabupaten, karena itu dibutuhkan data yang akurat, kemitraan produktif dan partisipasi dari segenap komponen masyarakat,” ungkap Burhanudin.
Bupati Burhanudin berharap, TKPKD mampu menjadi penggerak, pemacu dan pemicu percepatan seluruh perangkat daerah untuk dapat bergerak bersama dan secara berkelanjutan dalam upaya penanganan kemiskinan di Kab. Belitung Timur.
“Saya sangat berharap Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa dapat merumuskan program-program strategis yang saling bersinergi dalam upaya menekan angka kemiskinan, optimalkan potensi anggaran yang telah dialokasikan ke setiap Dinas/Instansi agar dapat dieksekusi dengan cepat dan tepat sasaran serta perkuat koneksitas dan sinergitas dalam pelaksanaan program tersebut. Pastikan program penanganan kemiskinan diarahkan secara tepat agar efektif dalam menurunkan angka kemiskinan,” pesannya.
Dia melanjutkan untuk itu, dalam pemberian dana bantuan sosial (bansos) harus diutamakan bagi masyarakat yang sudah tidak produktif, seperti penyandang disabilitas dan lansia, bagi mereka yang masih produktif, perlu kita fokuskan pada program pemberdayaan dan pengembangan keterampilan.
“Saya meminta kepada perangkat daerah yang tergabung dalam TKPKD untuk menyampaikan laporan mengenai kemajuan pelaksanaan program, kegiatan, atau sub-kegiatan yang mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung dan sinergitas antara semua pemangku kepentingan sangat penting untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kab. Belitung Timur,” katanya.
Keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan di daerah sangat bergantung pada seberapa efektif dan terkoordinasinya program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serta seluruh pihak terkait yang bekerja sama secara efektif dan kolektif.
(Venno).
Editor : Edward. AN.
Share this content:
