Koran-beritaindonesia online I SUKABUMI – Orang Indonesia dari berbagai etnis pergi dari tempat asalnya menuju dan menetap di wilayah lain, bermacam-macam penyebab, tujuan dan motivasi yang mendorong mereka pergi ke wilayah lain atau merantau.
Sekian banyak warga ada beberapa yang melakukan aktivitas merantau dalam jumlah yang sangat signifikan, sehingga warga tersebut bisa diklasifikasikan sebagai perantau lokal.
“Merantau” sesungguhnya tak bisa dipisahkan dari masyarakat Minangkabau, asal usul kata itu sendiri berasal dari bahasa dan budaya Minangkabau yaitu “rantau”.
Rantau pada awalnya bermakna berada di luar wilayah inti (tempat awal mula peradaban masyarakat), mengalami beberapa periode atau pasang surut. Wilayah inti itu disebut, “marantau” atau pergi ke wilayah, Lama kelamaan wilayah rantau pun jadi akhir wilayah jauh dan luas.
Bahkan pada zaman modern sekarang ini wilayah rantau orang Minangkabau bisa disebut di seluruh dunia, walaupun wilayah tersebut tak akan mungkin masuk kategori wilayah Minangkabau namun tetap disebut “rantau”. Filosofi dan tujuan “merantau” berbeda dengan imigrasi, urbanisasi, atau transmigrasi yang dilakukan kelompok lain.
Sebagaimana yang dikerjakan/ dilakukan oleh Paguyuban Perantau Warga Sentiong Indah DKI Jakarta, menggelar Temu Kangen di Wisma Arga Mulia Cisarua Bogor, Sabtu dan Minggu, 23-24/11/2024.
Ketua Paguyuban Perantau Warga Sentiong Indah Jakarta Pusat, temu kangen Dady MT mengatakan, acara yang dibuat bertujuan mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan diantara warga perantau yang berasal dari Sentiong, Jakarta Pusat.
“Karena warga sentiong rata-rata rumahnya berjauhan, jadi dengan momen ini walaupun jauh tapi dekat dihati,” kata Dady MT penuh semangat.
Sementara Pembina dan Penasehat Temu Kangen Paguyuban Perantau Warga Sentiong Indah H.Taufiq Rahman menuturkan, kegiatan seperti ini jangan terlalu lama baru ketemu.
“Kedepannya kita bisa bikin kegiatan yang bisa hadir lebih banyak lagi, agar setiap program dapat terlaksana, dan jalinan silahturahmi jangan terputus,” tutur H. Taufiq Rahman.
Disisi lain acara temu kangen diisi lomba nyanyi karoke, lomba joget balon dan joget berpasangan.
(Adita Lestari / Deden Muhadi).
Editor : Edward. AN.
Share this content:
