Koran-beritaindonesia.online | KOTA TANGERANG – Khatam Al Quran atau Khotmil Quran adalah istilah untuk aktivitas pembacaan Al Quran dari awal hingga akhir surat sesuai urutan mushaf.
Khotmil Qur’an merupakan tradisi yang patut kita apresiasi bersama dan sebuah terobosan yang memiliki sisi-sisi positif dan nilai-nilai yang bermanfaat dalam rangka mempersiapkan generasi dan masyarakat yang lebih berkualitas di masa yang akan datang, Sabtu (11/01/2025).
Usai doa bersama malam itu H. Suwatno menyampaikan pada Koran-beritaindonesia.online dalam lawatan warga dikediamannya didampingi oleh Ust. H. Udid Abluddin LC untuk memimpin jalannya khotmil membaca Al qur’an, Ketua DKM Masjid Al Ikhsan H. Tuwarno, tokoh masyarakat Sumarsono, Ust. H. Sucipto, H. Darminto, H. Burhanudin. Hj. Sudaryati dan bu-ibu Majelis sertaratusan warga, sedangkan acara dipandu oleh Utd Tukiman.
Maka bersyukurlah menjadi warga muslim, dan bentuk syukur dengan cara mempertanggung jawabkan predikat sebagai bagian dari warga, dijaga reputasi dan prestasi semua ini.
“Ini sesuatu hal yang membahagiakan kita semua dan suatu terobosan, dimudahkan segala hajat meminta pada Allah SWT, Kita mencintai Al Quran dengan membaca, semoga masyarakat yang mendalami Al Qur’an, baik itu dibaca, dilantunkan, dihafal dan dikaji isi kandungannya, merupakan malam khotmil qur’an atau khatam qur’an,” ujar tokoh masyarakat H. Suwatno yang didampingi Istri Hj. Sudaryati dikediamannya Jalan Inpres XI RW 05 Kelurahan Gaga Kecamatan Larangan Kota Tangerang.
“Saya dan keluarga sangat terhormat bisa melaksanakan khotmil al quran bersama warga dengan seluruh generasi emas,” ucapnya.
Ust. H. Udid Abluddin LC, menyampaikan bahwa Al qur’an harus dibaca dan dilantunkan dengan baik sesuai hukumnya (tajwid), lalu kalau kita dapat menghafal Al Qur’an kita tidak akan mengalami kerugian dunia dan akherat, karena hafalan Al Qur’an itu sangat penting.
“Selain harus menghafal, yang terpenting juga Al Qur’an dapat dikaji dan diimplementasikan, pengkajian Al Qur’an harus dilanjutkan dengan pelaksanaannya,” ujar Ust. H. Udid Abluddin LC.
“Ini merupakan upaya agar warga memiliki nilai plus sebagai masyarakat yang menjalankan perintahNya, mesti bisa kita buktikan dengan dunia bahwa kita pandai Al Qur’an,” tambahnya.
Ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya itu akan terus memancarkan atau menyinari orang-orang yang melaksanakan pengkajian Al Qur’an.
Penulis / Editor : Edward. AN.
Share this content:
