Dewan Pers Gelar Doa Bersama 5 Jurnalis Hilang Sebagai Pahlawan Pers

Koran-beritaindonesia.online|JAKARTA – Suasana khidmat dan haru menyelimuti Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Insan pers, pimpinan Redaksi, pimpinan lembaga, perwakilan organisasi media hingga keluarga dari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda berkumpul dalam sebuah doa bersama, Senin (21/9/2026).

Acara ini digelar sebagai bentuk solidaritas tertinggi bagi bagi jurnalis M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency) dan Donal Husni (jurnalis lepas) menghilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan penghormatan mendalam atas dedikasi para jurnalis tersebut.
Dia menegaskan bahwa apa yang dilakukan kelima rekan mereka bukanlah sekadar tugas rutin melainkan sebuah perjuangan mulia untuk menghadirkan informasi visual dan fakta kepada publik.

Dalam momen reflektifnya Komaruddin, menyebut walau pencarian secara resmi dihentikan bukan berarti harapan dan doa ikut mati tapi andaikata mereka tidak kembali pada keluarga.

“Saya yakin mereka kembali pada Allah Yang Maha Kasih, mari kita ikhlaskan dan kita doa kan mereka adalah pahlawan kemanusiaan, pahlawan pers” ucap Komaruddin dengan suara berat, mengajak seluruh hadirin untuk tetap kuat dan terus mendoakan yang terbaik, termasuk bagi tiga awak kapal yang juga turut hilang.

Senada dengan hal tersebut Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, menekankan bahwa risiko lapangan adalah realitas profesi wartawan namun berharap kehadiran kolega seprofesi hari ini dapat menjadi penguat mental bagi keluarga yang masih menunggu di rumah.

“Mudah-mudahan kehadiran kita di siang hari ini menguatkan kita semua dan juga keluarga besar yang terus berdoa penuh harap,” tutur Totok Suryanto

Dirinya menegaskan Dewan Pers merasakan kesedihan yang mendalam atas peristiwa tersebut dan berharap kelima jurnalis dapat kembali bersama keluarga.

Kehadiran perwakilan media dalam acara ini menunjukkan betapa eratnya ikatan solidaritas di kalangan wartawan, salah satunya adalah wartawan dari Koran-beritaindonesia.online, yang turut hadir secara langsung di Hall Dewan Pers.

Kehadirannya menjadi simbol dukungan moral nyata dari beberapa media kepada keluarga korban dan rekan-rekan seprofesi yang masih dinantikan kabarnya, sekaligus menegaskan bahwa tidak ada jurnalis yang berjuang sendirian.

Meskipun operasi pencarian resmi telah dihentikan, acara doa bersama ini mengirimkan pesan jelas, harapan tidak pernah mati.

Peristiwa tragis di Selat Sunda juga menjadi evaluasi serius bagi dunia pers mengenai standar keselamatan kerja jurnalis di zona bencana atau wilayah berisiko tinggi, agar tragedi serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Penulis : Weni.
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *