Budi Sumarno Siap Luncurkan Buku Cinema Therapy Sederhana Berbasis Media.

Koran-beritaindonesia.online | JAKARTA – Dalam perayaan Hari Film Nasional, tanggal 30 maret 2025 nanti, praktisi film dan penggerak inklusi Budi Sumarno berencana akan meluncurkan buku yang berjudul Cinema Therapy, terapi Berbasis Media, Jumat (7/2/2025).

Buku yang diterbitkan ini menjadi persembahan bagi industri perfilman, pendidikan, kesehatan, dan komunitas disabilitas dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia.

Buku Cinema Therapy terdiri 10 Scene menggantikan istilah Bab, mengupas tuntas bagaimana film dapat menjadi alat terapi psikologis dan sosial bagi berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa, guru, konselor, tenaga medis, hingga masyarakat umum.

Dengan pendekatan yang mudah diakses dan aplikatif, buku ini menawarkan konsep terapi sederhana berbasis media yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman diri mengolah emosi dan memperkuat keterampilan sosial.

Dalam buku ini Budi Sumarno menyajikan panduan komprehensif untuk pendidikan dan terapi berbasis media.

✔ Pengenalan Cinema Therapy – Konsep dasar dan manfaat terapi berbasis film.
✔ Cara Menggunakan Cinema Therapy – Langkah-langkah penerapan di sekolah, perguruan tinggi, dan lingkungan konseling.
✔ Identifikasi Film yang Memiliki Relevansi Terapi – Daftar film Indonesia dan internasional yang memiliki nilai terapi.
✔ Analisis Scene dan Dialog – Pemilihan adegan dan kutipan dialog yang dapat digunakan dalam sesi terapi atau edukasi.
✔ Permainan dan Games Cinema Therapy – Metode interaktif untuk menggali pemahaman diri melalui film.
✔ Form Jurnaling Setelah Menonton Film – Panduan refleksi bagi pembaca setelah menikmati sebuah film.

Yang menarik dalam Scene/ Bab 6 mengungkap Cinema Therapy bagi Disabilitas,yang mengupas film film bertemakan disabilitas yang memiliki unsur Cinema therapy.

Sebagai buku pertama di Indonesia secara khusus membahas Cinema Therapy, karya ini diharapkan dapat menjadi panduan utama di sekolah, perguruan tinggi, serta bagi para konselor dan tenaga kesehatan dalam mengembangkan terapi Berbasis media sederhana yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Dukungan bagi Industri Film dan Masyarakat Disabilitas

Budi Sumarno menegaskan, saat bicara dibilangan Rasakan Said Kuningan Jakarta, bahwa buku ini tidak hanya ditujukan bagi dunia pendidikan dan kesehatan, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem perfilman yang inklusif dan edukatif.

“Film bukan hanya hiburan, tetapi juga memiliki kekuatan besar sebagai alat terapi dan edukasi dengan Cinema Therapy, saya berharap industri perfilman Indonesia dapat lebih banyak menciptakan film-film yang berdampak positif bagi masyarakat,” ungkap Budi Sumarno, yang juga dikenal sebagai pendiri Inklusi Film Indonesia (InFi) dan Ketua Umum Komunitas Cinta film Indonesia, Produser, Dokumenteries.

“Terutama bagi teman-teman disabilitas dan mereka yang membutuhkan dukungan emosional,” tambah Budi Sumarno.

Dia juga menyampaikan rencana peluncuran buku Cinema Therapy saat ini masih dalam proses editing dan revisi serta pengembangan materi menjadi bukti nyata bahwa film dapat berperan lebih dari sekadar hiburan.

Menurutnya, film pun bisa menjadi media terapi, edukasi, dan pemberdayaan sosial, buku ini akan dijadikan panduan oleh para pendidik, tenaga medis, komunitas disabilitas, dan masyarakat luas sebagai sarana mencerdaskan anak bangsa melalui media yang inspiratif dan transformatif.

Tentunya buku ini banyak di tunggu berbagai pihak sebagai buku panduan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa melalui film… Selamat dan Sukses serta menyentuh semua kalangan… (Red. BI).

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *