Ndalem Katong Guest House Padukan Kearifan Arsitektur Jawa Modern di Jantung Kota Ponorogo (part II)
Koran-beritaindonesia.online |
PONOROGO – ( Menurut Anthony, daya tarik Ndalem Katong tidak terletak pada lokasinya bangunan ini menyimpan perjalanan sejarah panjang yang mencerminkan dinamika sosial, ekonomi dan budaya Ponorogo dari masa ke masa )…..
Sebelum dikenal sebagai hotel, bangunan ini merupakan kediamannya Ayahanda dari M. Zaenal Mukhodas yaitu H. Moechari Hadisardjono, seorang tokoh nasional memiliki rekam jejak panjang dalam dunia politik yang pernah mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) RI pada masa Presiden Soekarno.
Pada masanya, rumah tersebut dibangun dengan karakter arsitektur yang mencerminkan kewibawaan seorang pejabat negara. Tata ruang yang luas, konstruksi yang kokoh, serta nuansa klasik Jawa masih menjadi identitas utama bangunan hingga sekarang.
Transformasi kemudian berlangsung ketika bangunan ini memasuki fase baru sebagai pusat kegiatan industri batik. Dalam perjalanan berikutnya,bangunan ini dialihfungsikan menjadi pabrik kain batik, sekaligus menjadi bagian dari denyut perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Ponorogo.
Keberadaan pabrik batik di lokasi ini memiliki nilai historis yang penting karena berada pada periode kebangkitan industri batik daerah sekitar dekade 1960-an. Masa itu menjadi tonggak berkembangnya Batik Ponorogo sebagai salah satu produk budaya yang mulai memperoleh perhatian nasional.
Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan diresmikannya Gedung Batik “Bakti” oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan industri batik nasional. Fase tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan semangat masyarakat Ponorogo dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Nusantara.
Memasuki tahun 2015, bangunan bersejarah itu memasuki babak baru melalui proses revitalisasi yang mengubah fungsinya menjadi Ndalem Katong Guest House. Proses pemugaran dilakukan dengan pendekatan konservatif. Berbagai elemen arsitektur asli dipertahankan agar karakter historis bangunan tetap terjaga, sementara fasilitas modern dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan tamu masa kini.
Konsep inilah yang kemudian melahirkan identitas Ndalem Katong sebagai hotel bernuansa rumah tradisional Jawa atau ndalem, menghadirkan atmosfer hangat, tenang, dan penuh keramahan, tanpa meninggalkan standar pelayanan modernNama Ndalem Katong sendiri merupakan gagasan pemilik hotel, yang memilih mengabadikan nama Batoro Katong, tokoh yang dikenal sebagai pendiri sekaligus Adipati pertama Ponorogo. Pemilihan nama tersebut bukan sekadar identitas usaha, melainkan representasi penghormatan terhadap sejarah daerah yang kemudian diwujudkan melalui konsep pelayanan berbasis budaya lokal.
Kini, Ndalem Katong Guest House tidak hanya menjadi tempat singgah bagi para wisatawan. Lebih dari itu, hotel ini berkembang sebagai ruang yang merawat memori kolektif Ponorogo menghubungkan jejak sejarah, perkembangan industri batik, dan kearifan arsitektur Jawa dengan kebutuhan masyarakat modern.
Di tengah arus modernisasi industri perhotelan, Ndalem Katong membuktikan bahwa sebuah bangunan bersejarah dapat terus hidup dan relevan tanpa kehilangan identitasnya. Melalui perpaduan nilai historis, pelestarian budaya, dan pelayanan profesional, hotel ini menghadirkan pengalaman menginap yang bukan hanya nyaman, tetapi juga sarat makna bagi setiap tamu yang datang ke Bumi Reog.
Penulis : (RH/M).
Editor : Edward. AN.




Post Comment