Koran-beritaindonesia.online |BELTIM – Riuh tawa dan ketukan balok domino di atas meja kayu memecah keheningan malam di halaman Rumah Dinas Kapolres Belitung Timur, Jumat (4/9/2026) malam.
Di bawah pendar lampu taman yang temaram, Kapolres Beltim AKBP Dr. Husni Tamrin, S.T., S.H., M.Hum., terlihat santai menyaksikan ketegangan yang beralih menjadi keakraban penuh kehangatan.
Halaman rumah dinas malam itu mendadak disulap menjadi arena diplomasi meja kayu informal bertajuk “Turnamen Gaple Kapolres Cup 2026”.
Fokus utama malam itu tertuju pada barisan meja tengah, di mana para pembuat kebijakan di tingkat kecamatan jajaran kepala desa, anggota legislatif, aparat kepolisian hingga perwakilan masyarakat akar rumput melebur menjadi satu untuk beradu taktik domino di bawah tekanan atmosfer kompetisi yang sengit.
Sebelum pertandingan dimulai, Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin, menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan dan hiburan semata tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara masyarakat dengan jajaran kepolisian khususnya dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif di Kabupaten Belitung Timur.
Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dia menegaskan bahwa terciptanya situasi yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan oleh aparat kepolisian seorang diri, melainkan membutuhkan peran serta dukungan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
“Menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama semua itu tentu tidak dapat terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari masyarakat,” ungkap Kapolres.
Ucapan Kapolres AKBP Dr Husni Tamrin itu menjadi semangat dalam kegiatan tersebut, setelah genderang kompetisi resmi ditabuh, ketegangan langsung memuncak di barisan meja utama.
Aroma persaingan gengsi antar-wilayah membakar tensi permainan ketika jajaran camat dan para kepala desa harus memeras otak menahan gempuran taktik dari lawan- lawannya.
Nampak beberapa kali riuh sorak penonton pecah saat kartu “balak” mati terkunci, memaksa para pejabat daerah ini jatuh bangun menyusun strategi demi menghindari sanksi penalti akibat salah turun kartu.
Tanpa adanya sekat birokrasi maupun protokol yang kaku, malam itu menjadi saksi bagaimana koordinasi wilayah dan aspirasi mengalir begitu alami di atas meja gaple.
Obrolan santai mengalir hangat dari urusan strategi domino hingga komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan di lingkungan desa masing-masing.
Bergulirnya Turnamen Gaple Kapolres Belitung Timur 2026, kompetisi resmi tersebut tidak hanya diharapkan mampu melahirkan para pemenang yang tangguh tetapi juga menjadi momentum penting untuk semakin memperkokoh semangat persaudaraan, kebersamaan serta sinergi antara Polri dan masyarakat di seluruh penjuru Belitung Timur tercinta.
(Venno).
Share this content:
