HJKM ke-155: Wajah Baru Manggar Jadi Kota Digital Berbasis Budaya

Koran-beritaindonesia.online|BELTIM – Suasana khidmat bercampur semarak menyelimuti Ibu Kota Kabupaten Belitung Timur, Jumat (9/10/2026).

Memasuki usia yang ke-155 tahun, Kota Manggar menegaskan identitasnya sebagai kota bersejarah siap melompat maju ke era modern digital tanpa kehilangan akar budaya besame.

Puncak peringatan Hari Jadi Kota Manggar (HJKM) ke-155 diawali dengan Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Sidang DPRD Belitung Timur.

Ruang sidang seketika berubah menjadi lautan warna karena seluruh peserta, tamu undangan termasuk Bupati dan Wakil Bupati, tampil memukau mengenakan Pakaian Adat Melayu Belitong.

Saat membuka persidangan Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja, menegaskan momentum ini bukan sekadar peringatan angka berdasarkan pasal 4 Perda No. 9 Tahun 2017, agenda ini menjadi ruang refleksi menghargai sejarah.

“Manggar tumbuh menjadi ibukota bukan sekadar letaknya yang strategis tapi karena sejarah peradaban dan semangat gotong royong yang kuat, Bismillahirrahmanirrahim sidang paripurna HJKM ke-155 resmi dibuka,” ucap Fezzi seraya mengetuk palu sidang.

Optimisme sidang kian memuncak saat Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, memaparkan pidato utamanya, mengusung tema “Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame”, Bupati menjabarkan lompatan besar yang berhasil diraih sepanjang 2024–2026 mulai dari rampungnya revitalisasi Situ Kulong Minyak, program 100% Layanan Publik Berbasis Digital di 9 desa hingga prestasi Desa Mekar Jaya di tingkat kabupaten.

Menatap tahun 2027 Kamarudin Muten, langsung menggarisbawahi empat target strategis:

1. Pendidikan: Mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat dan vokasi di Desa Padang. 2. Penataan Kota: Menyulap kawasan Sungai Manggar serta eks-kulong tambang menjadi pusat ekonomi kreatif sekaligus mempercantik kawasan Simpang Lima Manggar. 3. Tertib & Humanis: Melanjutkan penataan kawasan kumuh pesisir Kampong Laut serta penataan PKL Pasar Manggar. 4. Digitalisasi: Memperkuat integrasi Sistem Informasi Desa dan akurasi Kartu Kendali BBM.

“Jangan biarkan perbedaan memisahkan kita, keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan Manggar dan Belitung Timur,” pungkas Kamarudin Muten.

Usai ketukan palu sidang berakhir, seluruh rombongan kepala daerah dan jajaran legislatif langsung bergeser menuju Ruang Pertemuan H. Thalib Syarif di Kantor Camat Manggar.

Acara ditutup dengan Prosesi Makan Bedulang, sebuah tradisi bersila melingkari talam makanan yang meleburkan sekat formalitas birokrasi demi mempererat kebersamaan dan kesetaraan nyata.

(Venno)

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *