Koran-beritaindonesia.online | TANGSE -Acara serah terima jabatan Kepala Sekolah di SMA Negeri 5 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berlangsung dengan penuh khidmat, Suhermin, SPd, MSi, yang telah menjabat sebagai Kepala Sekolah selama tiga tahun terakhir, resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada Moch Hidayat, S.Ag, MPd, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 9 Tangerang Selatan.
Turut menghadiri staf pengajar, perwakilan Dinas Pendidikan, Komite Sekolah, dan para siswa berlangsung penuh rasa syukur dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi SMA Negeri 5 Kota Tangsel, bertempat dihalaman Sekolah, Selasa (27/08/2024).
Suhermin menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kepemimpinannya selama ini.
Menurut Suhermin, tantangan besar yang dihadapi selama masa jabatannya, terutama terkait protes jalur zonasi PPDB 2023.
Dia juga menyadari bahwa, sistem zonasi yang diterapkan telah menimbulkan polemik dan kekecewaan di kalangan orang tua serta calon siswa.
“Zonasi adalah kebijakan yang dirancang pemerataan dalam sistem, namun pelaksanaannya masih perlu banyak penyempurnaan, saya berharap Kepala Sekolah yang baru, dapat melanjutkan upaya menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat dan wartawan, agar memastikan kebijakan untuk lebih diterima dan dipahami oleh semua pihak,” ucap Suhermin dengan tegas saat memberikan sambutan.
Sementara di tempat yang sama Moch Hidayat, yang kini memegang kendali sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Tangerang Selatan menyampaikan, komitmennya untuk membawa sekolah ini ke arah yang lebih baik.
Dalam pidato perdananya Hidayat menekankan, adalah penting membangun sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal.
“Saya sangat menghargai dedikasi dan kerja keras Suhermin dalam mengelola SMA Negeri 5 selama ini, tantangan yang dihadapi terkait zonasi PPDB 2023 adalah tugas yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Hidayat.
“Dan saya berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih luas, mendengar aspirasi semua pihak, dan bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik bagi kepentingan bersama,” kata Hidayat mengajak semua yang hadir.
Dia juga mengajak seluruh elemen sekolah bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta adil.
Menurutnya, setiap kebijakan, termasuk zonasi, harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi lapangan.
Adanya pergantian kepemimpinan di SMA Negeri 5 KotaTangsel, diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Tantangan itu seperti sistem zonasi memang masih menjadi pekerjaan rumah, namun dengan kerja sama yang solid antara Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua, dan Siswa, tentu segala permasalahan yang ada dapat diatasi.
Perjalanan baru di bawah kepemimpinan Moch Hidayat akan menjadi penentu arah bagi SMA Negeri 5 ke depan, masyarakat dan para orang tua menantikan kebijakan-kebijakan yang lebih adaptif dan solutif, terutama dalam menghadapi isu-isu yang sensitif seperti zonasi PPDB.
“Kita semua berharap, semangat baru, sekolah ini dapat terus menjadi tempat yang terbaik bagi putra-putri Tangerang Selatan untuk mengembangkan potensi mereka,” kata Moch Hidayat dengan nada serius.
Ali Nasution/Lodi
Editor : Edward A.N
Share this content:
