Kelompok Tani Bintang Mas Tagih Transparansi PT KCL, Desak Fungsi Eks Tambang Jadi Kebun Rakyat

Koran-beritaindonesia.online|BELTIM – Kelompok Tani Bintang Mas Desa Limbongan secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk segera menyerahkan pengelolaan eks lahan pertambangan PT Karya Cipta Lahanindo (KCL) kepada masyarakat.

Warga menuntut lahan tersebut dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan produktif demi menjamin keberlanjutan ekonomi pascatambang.

Ketua Kelompok Tani Bintang Mas, Handi, menegaskan bahwa transformasi dari sektor tambang timah ke sektor perkebunan merupakan langkah mutlak yang harus diambil.

Menurutnya, inisiatif ini sangat selaras dengan visi jangka panjang Bupati Belitung Timur yang gencar mengaungkan program pemulihan ekonomi masyarakat setelah era komoditas tambang berakhir.

“Setelah menjalani proses rapat tadi, kami sangat berharap program pascatambang dari Bapak Bupati bisa terealisasi, dari kegiatan tambang timah, kami ingin beralih ke perkebunan,” ujar Handi saat ditemui usai pertemuan. Senin (31/8/2026).

Handi meyakini, legalitas pengelolaan lahan yang diberikan langsung kepada warga desa akan menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi keluarga di Desa Limbongan.

Pihaknya mengaku telah mematangkan rancangan pemanfaatan area tersebut sejak jauh-jauh hari agar bisa langsung digarap secara produktif.

Namun, optimisme warga dibayangi oleh kekecewaan mendalam terhadap sikap manajemen PT KCL. Pihak perusahaan diketahui mangkir dalam rapat koordinasi penting tersebut, sebuah tindakan yang dinilai warga sebagai bentuk penutupan ruang dialog dan transparansi.

“Kami sangat menyayangkan pihak perusahaan tidak hadir tapi mudah-mudahan mereka mendengar hasil rapat hari ini agar stabilitas di kampung kami tetap terjaga,” ungkap Handi.

Lebih lanjut Handi, membeberkan fakta bahwa PT KCL sama sekali belum pernah melakukan sosialisasi langsung atau bertatap muka dengan warga Desa Limbongan terkait rencana investasi pertambangan pasir kuarsa di wilayah mereka.

Absennya sosialisasi ini memicu gelombang pertanyaan dan kecurigaan di tengah masyarakat mengenai prosedur perizinan yang berjalan.

Ketua Kelompok Tani Bintang Mas, Handi, kini mengetuk pintu kebijakan Pemkab Belitung Timur dan seluruh instansi terkait untuk memberikan dukungan penuh.

Warga berharap niat baik untuk mengembalikan fungsi tanah bagi kemakmuran rakyat ini tidak terjebak dalam birokrasi yang berbelit, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi ruang hidup mereka.

(Venno).

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *