Koran-beritaindonesia.online |
KOTA TANGERANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026 resmi dibuka dan akan berlangsung selama empat hari, mulai Senin, 27 Juli hingga Kamis, 30 Juli 2026. Kecamatan Ciledug dipercaya menjadi pusat pelaksanaan perhelatan keagamaan tahunan tersebut dengan mengusung tema Bersama Meraih Prestasi.
Pembukaan MTQ XXV Kota Tangerang berlangsung dalam suasana khidmat dan semarak dengan Rangkaian kegiatan diawali oleh puluhan ribu peserta defile kafilah dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang, nampak kfilah peserta terbanyak dari Kecamatan Karang Tengah dan Kecamatan Ciledug sehingga acara tersebut sangat sukses.
Sebanyak 651 peserta ambil bagian dalam MTQ XXV Tingkat Kota Tangerang. Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 13 kecamatan yang sebelumnya telah berhasil meraih peringkat juara pertama, kedua, dan ketiga pada MTQ tingkat kecamatan.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang dan juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Drs. H. Herman Suwarman, M.Si.,menegaskan penyelenggaraan MTQ bukan sekadar agenda seremonial atau kompetisi tahunan melainkan bagian strategis dari proses pembinaan generasi Qur’ani sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin, mengatakan MTQ merupakan momentum yang senantiasa dinantikan masyarakat setiap tahun namun hakikat MTQ jauh melampaui dimensi perlombaan dan pencapaian prestasi semata.
“Musabaqah Tilawatil Qur’an bukan sekadar ajang perlombaan. MTQ merupakan sarana untuk mengagungkan kalam Ilahi, memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus memperkokoh ukhuwah di tengah masyarakat,” ujar Sachrudin saat memberi sambutan kegiatan, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, melalui penyelenggaraan MTQ, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada ruang kompetisi tetapi dapat semakin membumi dan menjadi pedoman moral dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dia menjelaskan, tema Bersama Meraih Prestasi mengandung makna filosofis yang mendalam. Prestasi sejati tidak semata-mata diukur dari keberhasilan seseorang meraih gelar juara, melainkan dari sejauh mana proses pembinaan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang memiliki keimanan kuat, keluasan ilmu pengetahuan, kematangan akhlak,serta kapasitas untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ketika Al-Qur’an menjadi pedoman hidup, Insya Allah akan tumbuh pribadi-pribadi yang jujur, amanah, disiplin, mencintai ilmu serta memiliki semangat untuk terus berkarya, karakter inilah yang menjadi fondasi penting bagi lahirnya sumber daya manusia yang unggul sekaligus berdaya saing,” tuturnya.
Sachrudin menegaskan, pembangunan Kota Tangerang tidak dapat dimaknai hanya melalui keberhasilan pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kualitas pelayanan publik, di balik seluruh indikator pembangunan tersebut, terdapat dimensi yang jauh lebih fundamental yakni pembangunan manusia secara utuh.
Pembangunan manusia lanjutnya, harus ditempatkan sebagai episentrum kebijakan sehingga mampu melahirkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif religius, berintegritas serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.
“Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai kejujuran, amanah, kerja keras, persatuan, toleransi dan kepedulian terhadap sesama, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi moral sangat penting dalam membangun Kota Tangerang yang harmonis, maju dan memiliki daya saing,” katanya.
Oleh karena itu Sachrudin, menekankan semangat MTQ tidak boleh berhenti ketika seluruh rangkaian perlombaan berakhir.
Sebaliknya, nilai-nilai yang lahir dari penyelenggaraan MTQ harus ditransformasikan menjadi gerakan sosial dan kebudayaan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
MTQ harus menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufasir, serta generasi Qur’ani tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam akhlak, ilmu pengetahuan pengabdian kepada agama bangsa dan daerah.
“MTQ XXV tidak hanya melahirkan para juara tetapi juga melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjadi teladan akhlak, ilmu pengabdian. Inilah esensi prestasi yang sesungguhnya,” harapnya.
Pembukaan MTQ Di Ciledug dihadiri Walikota Tangerang H. Sachrudin sekaligus membuka resmi MTQ, Wakil Walikota Tangerang, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten, unsur Forkopimda Kota Tangerang, Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, jajaran Pengadilan Agama Kota Tangerang, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tangerang, para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Direktur Utama BUMD dan BLUD Kota Tangerang, para camat se-Kota Tangerang, pimpinan organisasi keagamaan, serta para tamu undangan.
Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan piagam dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan Piala Bergilir MTQ Tingkat Kota Tangerang dari Kecamatan Cipondoh selaku Juara Umum MTQ XXIV Tingkat Kota Tangerang Tahun 2025 kepada Wali Kota Tangerang. Piala bergilir tersebut selanjutnya diserahkan kepada Ketua Umum LPTQ Kota Tangerang sebagai simbol dimulainya kembali kompetisi antarkafilah pada MTQ XXV Tahun 2026.
Keterlibatan 13 kecamatan dan 651 peserta, MTQ XXV Kota Tangerang 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi arena kompetisi untuk menentukan para juara, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur’an, membangun karakter generasi muda, mempererat ukhuwah, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menghadirkan pembangunan manusia yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.
Pada akhirnya, tema Bersama Meraih Prestasi menjadi sebuah pesan kolektif bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh capaian material tetapi juga oleh kualitas moral, spiritual, intelektual dan sosial masyarakatnya.
Menurut Cana Ciledug H. Ayi Nuryadin, menjadi tuan rumah MTQ merupakan kebanggaan sekaligus momentum untuk memperkuat syiar Islam di Kecamatan Ciledug.
“Dari sinilah kesuksesan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi yang bukan hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai kehidupan nyata demi terwujud sesuai harapan Walikota Tangerang yang harmonis, religius, maju dan berdaya saing,” ungkap Camat Ciledug… ( Red).
Share this content:
