PT Timah Tbk Matangkan Pendampingan 15 KDKMP Beltim

Koran-beritaindonesia.online| BELTIM – Wajah perekonomian di pesisir Pulau Belitung mulai bergeser ke arah yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Jika tahun-tahun sebelumnya aktivitas pertambangan rakyat sering kali dibayangi oleh isu ilegalitas dan kerentanan ekonomi, kini sebuah babak baru sedang ditulis oleh masyarakat setempat bersama PT Timah Tbk.

Langkah nyata dari komitmen BUMN pertambangan ini kembali ditegaskan dalam pertemuan intensif yang berlangsung di Rumah Makan Fega, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (10/9/2026).

Suasana diskusi yang hangat namun produktif, program sosialisasi dan pendampingan kemitraan strategis bagi koperasi binaan terus digulirkan secara masif untuk memastikan penguatan ekonomi Desa di Belitung Timur berjalan optimal.

Kegiatan ini fokus pembinaan berpusat pada 15 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) utusan khusus dari Kabupaten Belitung Timur yang kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Kehadiran 15 KDKMP tersebut menjadi bukti nyata keseriusan daerah dalam menyambut ekosistem tata kelola kemitraan berbasis kerakyatan yang legal dan terstruktur.

Program pendampingan berlanjut hingga September membuktikan pembinaan tidak berhenti di atas kertas seminar awal tahun saja, melainkan menyentuh langsung ke tingkat akar rumput di wilayah Manggar dan sekitarnya.

“Dulu masyarakat bergerak sendiri-sendiri tanpa wadah formal yang kuat setelah didampingi secara kelembagaan dan legalitas oleh PT Timah Tbk, kami memiliki wadah hukum resmi untuk bermitra, tidak hanya dibantu dalam akses kemitraan yang sah tetapi juga diajarkan bagaimana mengelola tata kelola organisasi dan keuangan kelompok secara transparan,” ujar salah satu yang hadir.

Satu hal yang paling menarik dan luput dari sorotan media arus utama adalah strategi jangka panjang dari pendampingan ini. PT Timah Tbk bersama Dinas Koperasi dan UKM tidak hanya mengarahkan koperasi pada regulasi kemitraan yang legal, tetapi juga menyiapkan mereka menghadapi masa depan pasca-tambang secara mandiri.

Di dalam kelas-kelas pendampingan manajemen yang digelar berkala hari ini, para pengurus dari 15 KDKMP Belitung Timur tersebut dilatih untuk menyisihkan sebagian sisa hasil usaha (SHU) untuk dikembangkan ke sektor riil.

Sebagian koperasi binaan kini mulai merambah ke sektor pariwisata, budidaya perikanan hingga pengolahan produk UMKM lokal berkualitas ekspor, produk-produk inilah yang sempat mencuri perhatian publik pada gelaran Belitung Expo beberapa waktu lalu.

Pemerintah Daerah menilai program tahun 2026 ini menjadi cetak biru (blueprint) yang ideal bagi kolaborasi korporasi dan masyarakat, koperasi tidak dibiarkan berjalan sendiri setelah terbentuk, melainkan terus diawasi tata kelola administrasi agar semua bisa naik kelas menjadi badan usaha desa yang mandiri, sehat secara finansial dan bankable.

Langkah PT Timah Tbk di Pulau Belitung, membuktikan bahwa harmonisasi antara industri ekstraktif dan kesejahteraan masyarakat lokal bukanlah kemustahilan.

Dengan menjadikan KDKMP sebagai jangkar hukum dan ekonomi di tingkat desa, aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi memicu masalah sosial melainkan menjadi solusi pertumbuhan daerah yang inklusif.

Bagi masyarakat Belitung Timur, langkah ini adalah kepastian hukum, awal dari tata kelola yang bertanggung jawab sekaligus fajar baru menuju kemandirian ekonomi desa berkelanjutan.

(Venno).

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *