Koran-beritaindonesia.online|BELTIM – Ruang Rapat Bupati Belitung Timur hari ini menjadi saksi momentum penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Mewakili Bupati Belitung Timur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) secara resmi menerima audiensi penting dari Konsorsium Project SOLUSI, sebuah kolaborasi lintas lembaga internasional dan nasional yang terdiri dari GIZ, SNV, ICRAF, Kehati serta Bappenas, Kamis (22/10/2026).
Pertemuan strategis yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB mengagendakan penyampaian implementasi Project SOLUSI di Bumi Satu Hati Bangun Negeri.
Proyek multi-pihak ini berfokus pada integrasi solusi berbasis alam, keberlanjutan lingkungan serta penguatan sektor komoditas lokal menjadi pilar vital bagi masa depan Belitung Timur.
Mengingat bobot penting dari program yang dipaparkan, Asisten I
Yeni Srihartati, didampingi langsung oleh gerbong utama pembuat kebijakan daerah, para pemangku kebijakan sektoral juga memperkuat komitmen ini, mulai dari Kepala Bapperida, Kepala Disbudpar, Kepala Dinas Perikanan, Kepala DLH, Kepala Distangan, hingga Kepala DPMDPPKB.
Dalam audiensi tersebut, Konsorsium Project SOLUSI membeberkan sejumlah data dan capaian konkret yang telah berhasil diakselerasi di lapangan.
Sinergi antara lembaga internasional seperti GIZ (Jerman), SNV (Belanda), ICRAF (riset agroforestri), Yayasan Kehati dan dikawal langsung oleh Bappenas ini dinilai memberikan dampak nyata bagi penguatan kapasitas masyarakat desa serta pelestarian lingkungan hidup di Belitung Timur.
“Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menyambut baik capaian tersebut dan siap mengawal keberlanjutan program (sustainability) agar hasil dari Project Solusi dapat terus diadopsi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujar Assisten l, Yeni Srihartati.
Dia juga katakan, Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model nasional bagaimana daerah bisa tumbuh secara ekonomi tanpa harus mengorbankan kelestarian alamnya.
Sementara itu, bagi Yuliana Wulan
Konsorsium Project Solusi, Belitung Timur merupakan wilayah mitra yang sangat strategis.
“Melalui integrasi keahlian dari masing-masing lembaga mulai dari tata kelola lingkungan global oleh GIZ, pengembangan kapasitas lokal oleh SNV riset agroforestri dan bentang lahan oleh ICRAF, pelestarian keanekaragaman hayati oleh Kehati serta pengawalan regulasi nasional oleh Bappenas proyek ini berhasil mengakar di tingkat tapak,” ungkap Yuliana Wulan dari Konsorsium Project Solusi.
Konsorsium Project Solusi berharap seluruh capaian, instrumen dan model keberhasilan telah terbangun dapat direplikasi secara mandiri oleh pemerintah daerah.
Konsorsium optimis fondasi hijau yang telah diletakkan bersama ini akan mampu membawa Belitung Timur tumbuh menjadi daerah yang tangguh secara ekonomi sekaligus lestari secara ekologi.
(Venno)
Share this content:
