Puncak Acara Gempar Digelar Distangan Beltim Dukung Yuk Ke Ume
Koran-beritaindonesia.online | BELTIM -Mendukung implementasi program Yuk ke Ume, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur menginisiasi pelaksanaan kegiatan GEMPAR (Gerakan Menanam di Pekarangan) sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dilaksanakan di halaman Kantor Distangan Belitung Timur, Rabu (11/9/2024).
Gerakan Menanam di Pekarangan (GEMPAR) telah masuk tahun ke 3 selain memanfaatkan lahan pekarangan, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), mengurangi pengeluaran masyarakat belanja pangan, serta mendorong peran aktif kelompok wanita penyediaan sumber pangan.
Hadir pada Puncak Acara Gempar, Bupati Belitung Timur Burhanudin, Assisten 1 Sayono, Assisten lll Haryoso, para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Belitung Timur, Camat se-Kabupaten Belitung Timur, Direktur utama PT. SMM Juli Wankara Purba, Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Manggar Syafrizal, Ketua dan Pengurus PKK Kab. Belitung Timur, Ketua dan Pengurus DWP Kab. Belitung Timur, Kepala Desa peserta lomba Gempar, Kelompok Tani/Kelompok Wanita Tani peserta lomba Gempar, Penyuluh pertanian, dan undangan lainnya.
Heryanto, S,Si Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Belitung Timur mengatakan, bahwa Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Belitung Timur selaku dinas yang menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Daerah mendukung implementasi program Yuk Ke Ume menginisiasi pelaksanaan kegiatan Gerakan Menanam di Pekarangan (GEMPAR).
“Tahun ke 3 sudah banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan pemerintah, gerakan ini untuk terus memotivasi masyarakat terutama Kelompok Wanita Tani, Kelompok Tani, Organisasi Masyarakat hingga perorangan, serta penyuluh pertanian terus memanfaatkan pekarangan,” ungkapnya.
Program Gempar terbukti berhasil, angka kemiskinan turun 0,37 persen dan konsumsi pangan keluarga terpenuhi dari tanaman lokal.
“Angka tersebut diambil setelah menghitung pengeluaran konsumsi dan non konsumsi dari masyarakat di Belitung Timur, sedangkan faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah, masyarakat di Belitung Timur sudah banyak menjalankan program gempar,” imbuhnya.
Heryanto juga mengatakan, program gempar sangat membantu dalam meringankan kebutuhan pokok warga, terutama saat harga sembako tinggi.
“Warga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita lakukan untuk menekan angka inflasi dan angka kemiskinan akibat harga kebutuhan pokok yang mahal,” kata Heryanto. .
Sampai saat ini sudah ada 30 KWT binaan dari Distangan Belitung Timur dan sudah ada KWT yang menjual hasil dari program ini dan mereka dibantu dengan memberikan polibag, pupuk, dan bibit tanaman, program ini diharapkan bisa tersebar lebih luas lagi dan muncul lagi KWT lain dari tiap desa.
“Kami harap lebih banyak lagi KWT yang muncul, bila perlu tiap RT muncul satu KWT dan kami dari Dinas siap memfasilitasi dan membina mereka,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan Gerakan P2L cukup berhasil di Kab. Belitung Timur, bahkan seluruh desa sudah menerapkan gerakan P2L tersebut dan setiap desa juga memiliki KWT.
“Alhamdullilah KWT ada di semua Desa sudah terbukti berhasil, program ini juga sekaligus mendukung kesuksesan program TP menekan angka inflasi di daerah,” ucapnya.
Burhanudin menyampaikan, seluruh Kepala Desa di Kab. Belitung Timur akan mendukung seluruh penyuluh pertanian dan menggalakkan terus P2L, dukungan dengan cara melakukan kolabroarsi dan penyuluh untuk membina KWT di wilayah Desa masing-masing.
“Kita harus berpikir realistis menghadapi situasi dan kondisi, memanfaatkan pekarangan lahan yang kurang produktif bisa mendukung ekonomi sosial, kegiatan bukan hanya seremonial, namun dapat diwujudkan dan berhasil,” paparnya.
Untuk itu Burhanudin berpesan, agar program ini dapat terus dilanjutkan, sehingga akan memperoleh manfaat bagi Masyarakat dan Pemerintah.
(Venno).
Editor : Edward. AN.



Post Comment