Wabup Lembata Buka Evaluasi Dorong Kolaborasi Menuju Zero Stunting
Wabup Lembata Buka Evaluasi Dorong Kolaborasi Menuju Zero Stunting
Koran-beritaindonesia.online |
LEMBATA – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci percepatan penurunan stunting saat membuka kegiatan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting Tingkat Kabupaten Lembata di Olympic Ballroom, Lewoleba, Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi upaya daerah menuju target zero stunting, Rabu (26/11/2025).
Wabup Nasir menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak selama beberapa tahun terakhir berkontribusi menurunkan angka stunting di Kabupaten Lembata, dia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menimbulkan rasa puas diri.
“Penanganan stunting adalah gerakan bersama, kita akan terus membangun kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder berbagai capaian yang kita raih jangan membuat kita lengah, perjalanan kita masih panjang untuk mencapai zero stunting,” tegasnya.
Stunting masih menjadi persoalan gizi kronis yang berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya mmanusi secara nasional, Riskesdas 2018 mencatat prevalensi stunting sebesar 30,8 persen namun berkat berbagai intervensi pemerintah, SSGI 2024 menunjukkan penurunan signifikan menjadi 19,8 persen lebih rendah dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen dan mendekati ambang standar WHO.
Di Kabupaten Lembata, tren penurunan juga menunjukkan hasil positif. Prevalensi stunting turun dari 15,9 persen pada 2022, menjadi 9,4 persen pada 2023 dan terus menurun hingga 6,8 persen pada 2024. Meski demikian, pemerintah daerah menilai masih terdapat disparitas wilayah yang membutuhkan perhatian lebih serius.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rosadelima Tuto dalam laporannya menambahkan bahwa berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting terus menurun namun SSGI 2024 mencatat angka berbeda: prevalensi stunting Lembata sebesar 25,7 persen, underweight 31,7 persen, dan wasting 21 persen, sehingga perbaikan validasi data menjadi pekerjaan penting ke depan.
Pemerintah Kab. Lembata selanjutnya menekankan perlunya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan kualitas data gizi serta pendekatan lapangan yang lebih presisi.
Wabup Nasir menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kedekatan kerja dengan masyarakat.
“Mari kita jaga tren positif bekerja lebih dekat dengan masyarakat kita dapat mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi yang semakin solid dapat memastikan percepatan penurunan stunting merata di seluruh wilayah sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Kegiatan dihadiri Ketua Komisi III DPRD Lembata Abdurrahman Muhammad, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Quintus Irenius Suciadi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Goerillya Huar Noning, Kepala Dinas P2PA Maria Anastasia Bara Baje, para Camat dan unsur pendukung program percepatan penanganan stunting lainnya.
Penulis : Marselino/ Albert.




Post Comment