Edukasi Pemberdayaan Masyarakat, Tentang Perubahan Organ Tubuh serta Kebugaran Lansia

(Tim pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Departemen Histologi FKUI Bersama dengan Kader Posyandu Lansia)

Koran-beritaindonesia.online | JAKARTA – Saat ini Indonesia sudah memasuki fase ageing population, dimana proporsi lansia yang semakin meningkat signifikan, data BPS tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 11,75% atau sekitar 32,6 juta jiwa dari total penduduk Indonesia adalah lansia 2045, diperkirakan porsi penduduk lansia akan meningkat hingga 20,31 persen.

Bonus demografi lansia disatu sisi menunjukkan bukti keberhasilan pemerintah dalam membangun sektor ekonomi dan kesehatan yang membuat usia harapan hidup masyarakat menjadi tinggi.

Jumlah lansia yang besar tersebut dapat memberi keuntungan bagi negara jika mereka sehat, produktif dan mandiri namun disisi lain jumlah lansia yang besar dapat menjadi beban negara dan keluarga bila para lansia ini tidak sehat dan tidak dapat mandiri.

Seiring dengan meningkatnya jumlah populasi lansia, Indonesia perlu berupaya menjaga kesehatan lansia agar mereka tetap sehat, aktif dan bahagia.

Kemenkes menyebutkan bahwa hal ini bertujuan untuk menjaga hidup para lansia agar sehat, berkualitas dan produktif sesuai dengan martabat kemanusiaan, upaya menjaga Kesehatan lansia meliputi mengonsumsi gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, fasilitasi untuk menjaga kebersihan diri, memiliki kehidupan sosial, memiliki kesempatan berkarya serta memiliki lingkungan yang ramah lanjut usia.

Terkait upaya peningkatan kesehatan bagi lansia, Departemen Histologi FKUI bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga mengadakan kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pengmas), di Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2025).

IMG-20250706-WA0012 Edukasi Pemberdayaan Masyarakat, Tentang Perubahan Organ Tubuh serta Kebugaran Lansia

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bekerjasama dengan Posyandu Lansia Dahlia di RW 03, Paseban Jakarta.

dr. Dewi Sukmawati, M.Kes., Ph.D. selaku Ketua Departemen Departemen Histologi, mengatakan sudah beberapa kali melakukan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dengan topik yang berbeda.

Dewi Sukmawati menyampaikan, pada kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Magister (S2) Ilmu Biomedik (PMIB) FKUI yang bertujuan mengenalkan mahasiswa pada upaya kesehatan di lingkungan sekitar kampus UI Salemba, khususnya pada kelompok masyarakat lansia.

Sementara penyuluhan kesehatan pertama dibuka oleh dr Ahmad Aulia Jusuf, Ph.D., AHK, menjelaskan perubahan organ-organ tubuh yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia (menua), sedangkan proses penuaan merupakan akumulasi dari kerusakan pada tingkat seluler dan molekuler terjadi dalam waktu lama dan diikuti dengan penurunan atau berkurangnya fungsi organ tersebut.

“Perubahan dan penurunan fungsi ini dapat disingkat dengan istilah 7B, untuk memudahkan mengingat, yaitu Botak/ beruban, Budeg (menurunnya pendengaran), Burem/ penglihatan kabur, Bingung/ lupa, Bawel (sering marah-marah/ mengomel), Beser (sering kencing), Bablas/ berangkat (dapat terjadi kematian yang tiba-tiba ),” ucap dr Ahmad Aulia Jusuf, Ph.D., AHK,

Melalui penyuluhan kesehatan lanjutnya, para lansia dan keluarga mendapat edukasi, pengenalan dan pemahaman terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada organ-organ tubuh terkait proses penuaan sehingga bisa lebih memaklumi dan sabar terhadap lansia.

Pada kesempatan ini turut berpartisipasi staf pengajar, sejumlah PPDS dan instruktur senam lansia dari Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga (IKO) FKUI, yang diwakili oleh dr. Jull Kurniarobbi, Sp.K.O. dr. Bobby.

Terkait pentingnya aktivitas fisik sesuai kemampuan bagi lansia dr. Jull Kurniarobbi, Sp.K.O, menjelaskan harus tetap bergerak aktif agar sehat dan bugar, tim dari Prodi IKO FKUI memberikan peragaan sekaligus latihan gerakan senam bagi lansia dengan menggunakan kursi, yang dikenal juga sebagai chairobics.

Peragaan senam lansia menjadi bagian yang menarik dalam kegiatan Pengmas dan dipandu oleh instruktur berpengalaman.

“Meskipun berdurasi hampir 60 menit, namun para lansia tampak aktif dan bersemangat mengikuti senam lansia ini,” kata Jull Kurniarobbi.

Pengmas kali ini memberikan pelayanan pemeriksaan parameter kesehatan berupa pemeriksaan body mass index (BMI), kadar kolesterol, gula darah dan asam urat.

Parameter pemeriksaan kesehatan merupakan faktor resiko sejumlah penyakit yang sering dialami lansia, seperti hipertensi, ginjal, diabetes, penyakit jantung dan persendian.

Sehingga adanya pemeriksaan diharapkan sekaligus menjadi sarana deteksi dini, faktor resiko dan juga untuk pemantauan kesehatan para lansia.

Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment