Warga Dusun Lenteng Menderita Dalam Gelap Tanpa Lampu Penerangan PLN
Koran-beritaindonesia.online | LABUAN BAJO – Dua warga menahan pilu, sudah dua Minggu mereka tidur dalam kondisi gelap gulita tanpa lampu, tanpa kipas apalagi televisi, semua karena meteran listrik di rumah mereka rusak dan tak bisa diisi pulsa, keduanya berada di Dusun Lenteng, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (NTT), Jumat (11/7/2025).
Beberapa masyarakat salah satunya Abdullah menjelaskan pada Koran BI sudah dua Minggu tidak ada penerangan listrik PLN karena meteran listrik tidak berfungsi, dan kalaupun isi pulsa Token di tolak oleh sistem.
Dua orang pelanggan Jaringan meteran listrik PLN tersebut sangat memilukan karena sudah dua minggu tinggal dalam kegelapan cuma dengan cahaya lilin-lilin kecil untuk menerangi dalam ruangan Rumah nya.
“Kejadian meteran listrik yang eror kami sangat kecewa/selaku pelanggan karena tidak ada penanganan dan tidak ada respon oleh pihak PLN Labuan Bajo yang dianggap tidak peduli dengan keluhan pelanggan,” cetus Abdullah.
“Kami berkali-kali menghubungi Kantor cabang PLN Labuan Bajo untuk meminta pihak PLN segera melakukan memperbaiki meteran listrik tetapi pihak PLN tidak menanggapinya dimana kami sebagai pelanggan merasa dirugikan karena masalah eror pada meteran listrik, baik itu kerusakan ataupun eror,” lanjutnya dengan menahan geram.
Menurutnya, bukankah yang bermasalah adalah meteran listrik milik PLN, dengan menggunakan meter prabayar kewajiban pelanggan hanyalah mengisi token agar listrik tetap menyala.
“Kami sebagai pelanggan tidak bertanggung jawab atas kesalahan pada meter dan segala sesuatu yang diakibatkan oleh kesalahan meter tersebut mohon tanggapan pihak PLN,” ucap Abdullah.
Banyak masyarakat kecewa kinerja Kantor Cabang PLN Labuan Bajo mereka tidak peduli dengan keluhan masyarakat.
“Kami sangat butuh aliran listrik, selain penerangan lampu di dalam rumah. Juga buat belajar bagi anak anak pun kebutuhan memasak dan lain-lain sebagainya,” ucapnya.
“Kami tidak minta gratis, kami siap bayar tapi beri kami pelayanan yang layak, jangan biarkan kami hidup dalam gelap seperti ini,” tegas Abdullah.
Sementara pada Kantor Cabang PLN Labuan Bajo petugas PLN Aril dan Rafik, menyampaikan sistem pembuka pemblokiran bagi setiap pelanggan yang memiliki tagihan berdasarkan data base, sebelumnya mereka punya tunggakan lampu sehen atas Nama Abdullah.
“Tunggakan lampu sehen Husen hitungannya dari bulan Enam, tahun 2013, sampai Bulan Enam tahun 2015, dua puluh bulan dengan tunggakan 859,000 apa bilah dilunasi uang sehen meteran listrik akan aktif kembali. Ujar petugas PLN Aril dan Rafik.
Petugas PLN tersebut menjelaskan terkait pembayaran melalui Pos dan tidak diijinkan pembayaran Kes
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan dari pihak PLN wilayah Manggarai Barat, Warga tetap berharap pihak PLN segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.
Listrik bukan lagi barang mewah di zaman sekarang tetapi kebutuhan dasar, hak setiap warga negara.
(Albert/ Petrus).
Editor : Edward. AN.




Post Comment