Gubernur NTT Program Konservasi Wilayah Perairan Alor Dan Flores Timur.

Koran-beritaindonesia.online | KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah konservasi laut yang dilakukan oleh organisasi Thresher Shark Indonesia (TSI), dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi perwakilan TSI di ruang kerjanya, Jumat (25/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, TSI menyampaikan laporan tahunan 2024 serta memaparkan perkembangan program konservasi yang dijalankan di wilayah perairan Alor dan Flores Timur.

Salah satu capaian utama adalah penurunan jumlah perburuan Hiu Tikus (Alopias pelagicus) dari sekitar 300 ekor per tahun menjadi hanya 20–30 ekor.

“Pemerintah provinsi mengapresiasi pendekatan yang dilakukan TSI karena tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat pesisir secara ekonomi,” kata Gubernur NTT.

Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung perluasan program konservasi termasuk integrasi kurikulum konservasi laut di sekolah-sekolah serta penguatan pelaku usaha mikro berbasis sumber daya laut.

Program Manager TSI, Yodhikson Marvelous Bang, menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan nelayan dan keluarga mereka dalam pengembangan usaha alternatif seperti produksi abon tuna, granola jagung titi, serta kerajinan tenun bermotif Hiu Tikus.

“Upaya konservasi ini tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan bersamaan dengan pemberdayaan ekonomi lokal melalui prinsip One Village One Product (OVOP),” ujarnya.

TSI juga berencana memulai program konservasi spesies Pari Mobula di Kecamatan Solor Timur, program ini akan melibatkan generasi muda melalui kampanye edukatif di media sosial sebagai sarana penyadartahuan publik.

Di bidang pendidikan, TSI telah mengembangkan kurikulum konservasi yang diterapkan pada 15 sekolah dan akan diperluas ke lima sekolah tambahan, kurikulum tersebut memadukan teori dan praktik lapangan serta melibatkan guru honorer dalam pelaksanaannya.

“TSI berharap dukungan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan alat peraga, pengembangan modul pembelajaran dan perluasan jaringan sekolah mitra,” kata Yodhikson.

Dalam bidang kebijakan, TSI juga mendorong hadirnya regulasi daerah berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan satwa laut sebagai upaya memperkuat kerangka hukum konservasi dan menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT Samuel Halundaka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ondy Siagian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulastri Rasyid, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Gubernur menyatakan bahwa inisiatif seperti yang dilakukan TSI patut dijadikan model dalam pengelolaan wilayah pesisir di seluruh Nusa Tenggara Timur.

“Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar program konservasi ini dapat diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Penulis : Petrus, Albert.
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment