Satgas Anti-Tawuran Pertama Kali Dibentuk Wilayah Polsekta Ciledug
Koran-beritaindonesia.online | KOTA TANGERANG – Jajaran Polsek Ciledug resmi membentuk Satgas Anti Tawuran yang untuk pertama kalinya di Indonesia program ini hadir di wilayah hukum Polsekta Ciledug, mencakup tiga Kecamatan. Ciledug, Kec Karang Tengah dan Kec. Larangan, peluncuran satgas Anti Tawuran dipimpin langsung oleh Kapolsekta Ciledug, didampingi Wakapolsek dan Kanit Binmas di Aula lantai 3 Polsekta Ciledug, Jumat (12/9/2025).
Kapolsekta Ciledug, Kompol R.A Dalby S. Pd, M.H menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Anti-Tawuran sudah digagas sejak 2 Juli 2025 lalu. merupakan upaya nyata dalam mencegah dan menanggulangi potensi tawuran, khususnya di kalangan pelajar maupun remaja.
“Dengan adanya tim Satgas, kami berharap masyarakat terbantu dan membantu apabila muncul indikasi atau tindakan yang mengarah pada tawuran, satgas dapat segera bertindak untuk pencegahan maupun pendampingan,” ujarnya.
Giat ini melibatkan perwakilan dari tiga kecamatan yaitu Ciledug, Karang Tengah dan Larangan dimana masing masing kelurahan mewakili 5 orang anggota.
Tidak hanya Aparat dan Pemerintah Kecamatan, masyarakat pun menyambut positif keberadaan satgas anti tawuran.
Sementara di tempat yang sama menurut warga Satgas Anti-Tawuran adalah bentuk perlindungan sosial yang memberikan rasa aman dan menumbuhkan kesadaran bersama.
“Satgas hadir untuk menegur, mengingatkan hingga memberikan penyuluhan apabila ada potensi atau tindakan yang mengarah pada tawuran, dengan demikian masyarakat lebih tenang karena yakin wilayahnya terbebas dari penyakit sosial berupa tawuran,” tutur salah satu tokoh masyarakat.
Dengan terbentuknya Program Satgas Anti-Tawuran pertama kali di wilayah Polsek Ciledug, diharapkan ke depan masyarakat, aparat dan pemerintah dapat bersinergi dalam mewujudkan lingkungan yang damai serta terhindar dari aksi tawuran.
Lebih lanjut Kapolsek Ciledug Kompol R.A Dalby S. Pd, M.H, mengatakan Satgas Anti Tawuran harus dapat mencegah terjadinya tawuran oleh karena itu pihaknya sengaja mengadakan program kegiatan seperti ini untuk memberikan arahan kepada para pelajar agar ke depan tidak ada lagi kasus tawuran.
Dia menyebutkan juga bahwa pihaknya tidak segan memberikan sanksi kepada siapapun oknum yang terlibat tawuran, apalagi kedapatan membawa senjata tajam hingga melakukan penganiayaan. (Red)



Post Comment