Kades Pota Wangka Klarifikasi Isu Proyek Dana Desa 2025

Koran-beritaindonesia.online |
LABUAN BAJO – Kepala Desa Pota Wangka Petrus Robertus Sentosa (PRS), memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar mengenai proyek yang dikerjakan tahun 2025 dan dikelola oleh pihak ketiga dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.

Petrus menegaskan, seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana. Proyek pembukaan lahan (gusur) telah rampung, sementara proyek air minum bersih masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Terkait pekerjaan semuanya berjalan lancar sudah selesai dikerjakan, sementara proyek air minum masih berjalan diharapkan satu minggu ke depan sudah selesai,” jelas PRS saat ditemui di Labuan Bajo, Selasa (16/9/2025).

Terkait keterlambatan pemasangan papan informasi proyek, lanjutnya hal itu bukan disengaja melainkan terkendala teknis.

“Bukan tidak mau pasang papan tender, hanya saja proses percetakan agak lambat, kami memulai pekerjaan lebih dulu mengingat musim hujan makanya baliho atau papan informasi muncul belakangan,” katanya.

Isu mengenai dirinya jarang berada di kantor desa juga dibantah, menurutnya meski sering melakukan koordinasi di tingkat kabupaten, pelayanan masyarakat tetap berjalan normal.

“Saya memang sering ke beberapa instansi di Kabupaten Manggarai Barat untuk koordinasi, tapi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik, dihandle oleh sekretaris dan perangkat desa lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia membantah tuduhan merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

“Mengenai tuduhan saya merangkap Ketua TPK samasekali tidak benar, semua tetap berjalan sesuai prosedur ada Ketua TPK anggota serta SK-nya yang lengkap,” tegas PRS.

Mengenai usulan jalan rabat dari Kampung Mbehal ke Postu yang dinilai masyarakat diabaikan, Petrus menjelaskan bahwa hal itu bukan ditolak melainkan terkendala keterbatasan anggaran.

“Usulan itu tidak diabaikan tetapi memang anggaran terbatas sesuai Permendes PDTT penyertaan modal untuk ketahanan pangan minimal 20 persen sudah ditetapkan, sehingga prioritas harus disesuaikan,” paparnya.

Untuk Tahun Anggaran 2025, Desa Pota Wangka mengalokasikan Dana Desa untuk tiga kegiatan fisik, yakni:

  1. Proyek Air Minum Bersih dengan anggaran Rp75.140.436,77, volume pekerjaan 1.010 meter.
  2. Pembukaan Jalan Tani di Pungkang dengan anggaran Rp180.041.894,88, volume pekerjaan 33.485,63 m².
  3. Pembukaan Jalan Tani di Mbehal dengan anggaran Rp150.079.998,40, volume pekerjaan 2.906,23 m².

Dua proyek jalan tani sudah rampung, sementara proyek air minum diperkirakan selesai dalam minggu ini.

Petrus menegaskan, semua proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa dilakukan secara transparan melalui mekanisme musyawarah.

“Kami selaku Pemerintah Desa selalu transparan dalam penggunaan dana desa, semua kegiatan berdasarkan penggalian gagasan tingkat RT, Musdus dilanjutkan ke Musdes dan disepakati bersama masyarakat dibuktikan dengan berita acara serta daftar hadir rapat,” ujarnya.

Dia menyayangkan adanya informasi yang dinilai menyesatkan publik, namun tetap menghargai kritik masyarakat sebagai bentuk kepedulian.

“Sangat disayangkan ketika ada pihak yang menyampaikan informasi menyesatkan tetapii saya bersyukur masyarakat tetap mengkritik karena itu bagian dari kepedulian serta fungsi pengawasan selama saya memimpin Desa Pota Wangka,” tutur Petrus.

Sebagai bentuk akuntabilitas, tambah Petrus setelah semua kegiatan fisik selesai, dia akan melayangkan surat resmi ke Inspektorat Manggarai Barat untuk dilakukan audit.

“Setelah semua kegiatan fisik dilakukan, saya akan bersurat ke Inspektorat Manggarai Barat agar melakukan audit di desa yang saya pimpin,” pungkasnya.

Dalam musyawarah desa sebelumnya, hadir pula keterwakilan masyarakat Mbehal, di antaranya Viktorius Piston dan Gregorius Gion bersama beberapa warga lainnya seluruh proses administrasi kegiatan, menurut Petrus, lengkap dan jelas.

Penulis : Albert dan Marselino.
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment