Ulama dan Forkominda Pimpinan Stakeholder Jangan Mudah Terbawa Arus

Koran-beritaindonesia.online | KOTA TANGERANG – Sebaiknya bijak dalam menyikapi sebuah permasalahan. Forum Komunitas Pimpinan Daerah (Forkominda) Kota Tangerang, Pimpinan stakeholder jangan mudah terbawa arus oleh kelompok yang diduga berniat membangun kebencian dan permusuhan terhadap sesama anak bangsa di Kota Tangerang.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Tokoh Ulama Kota Tangerang, KH. Muhammad Abdul Rasyid Dahlan melalui WA ke Redaksi Berita Indonesia.online, mendesak (Forkominda) Kota Tangerang, Minggu (28/9/2025).

“Saya titip agama di Kota ini pada Walikota Tangerang, pada Kapolres, pada Dandim 0506/TGR, Forkominda lainnya, pada Wakli Walikota Tangerang, pada Ketua DPRD & para Pimpinan Partai, Komisi & Fraksi DPRD, pada Para Pimpinan Lembaga, pada Kesbangpol, pada MUI, pada Organisasi dan pada masyarakat agar tidak dijadikan komoditi membangun kebencian dan permusuhan sesama anak bangsa,” ucap KH. Abdul Rosyid.

Dia juga menyampaikan, agama tidak mengharamkan perbedaan. sebagaimana Allah dan Rasul-Nya memberi ruang itu. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk membangun kerukunan dan keharmonisan di tengah lingkungan meskipun masing-masing memiliki keyakinan.

“Saling menghormati perbedaan adalah kunci untuk membangun kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Dengan begitu kita dapat kualitas hidup masyarakat. Mari kita menghormati perbedaan itu dan membangun keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.

KH. Rasyid Dahlan, mengatakan wasiat “kemanfaatan” diri adalah tolok ukur value/ nilai diri, keluarga dan warna dalam masyarakat dimana hidup bermasyarakat.

“Maka saya mohon ambil inisiatif dan hadir merekatkan semua yang berjauhan serta cinta sesama masyarakat kota kita, jangan biarkan potensi gesekan horizontal bertambah dan melebar,” ucapnya dengan tegas.

Menurut KH. Rasyid Dahlan, warga Kota Tangerang tidak mudah terbawa arus oleh kepentingan kelompok yang ingin berupaya menghadirkan keriuhan di tengah masyarakat.

“Tuan-tuan pemangku kepentingan masyarakat melalui Jabatan, pangkat & penghormatan yg Bapak-bapak emban, sekali lagi saya titip Agama dan masyarakat anak bangsa,” tambah KH. Muhammad Abdul Rasyid Dahlan Khodimul ‘Aam Masjid Al Madinah CBD Ciledug & Kampong Pondoks Karang Tengah.

“Pemeliharaan kerukunan umat, merupakan kewajiban seluruh warga negara beserta instansi pemerintah, sesuai pengamalan Pancasila, selama ini masyarakat Kota Tangerang yang multikultural terus menjaga semangat kerukunan dan keharmonisan dan saling menghormati satu sama lain.
”Ini menjadi tanggung jawab kita bersama menjaga kota kita ini dengan penuh keharmonisan, kerukunan dengan saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.

Sementara disi lain, Badan kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) lebih bisa memberikan tindakan yang Konkret untuk Persoalan kebangsaan terutama pada organisasi kemasyarakatan.
Termasukjuga, Forum Kerukunan Umat beragama Lebih bisa memberikan Pemahaman kebangsaan.

Dia KH. Rasyid Dahlan, menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga bisa memberikan nasehat nasehat keagaman dan Kebangsaan yang sudah sejuk bisa semakin Sejuk.

“InsyaAllah masyarakat kota tangerang Damai semuanya, tinggal para Ulama dan Umara bersatu padu untuk Ummat dan Bangsa, demi kesatuan dan kemajuan, jangan bercerai berai,” ungkapnya.

Sumber : KH. Muhammad Abdul Rasyid Dahlan.
Editor : Edward. AN.

Share this content:

Post Comment